Hujan Deras, Pencarian Korban Longsor di Desa Cibeunying Diberhentikan Sementara

oleh -
situasi longsor desa cibeunyi kecamatan majenang kabupaten cilacap
Suasan Longsor Desa Cibeunyi Kec. Majenang, Kab Cilacap Jumat Sore (14/11/2025)

NASIONALNEWS.id,CILACAP-Pencarian korban longsor sebanyak 21 orang di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jumat (14/11/2025), terpaksa dihentikan sementara.

 

Keputusan itu diambil karena hujan kembali mengguyur wilayah terdampak dan kondisi tanah dinilai masih sangat labil sehingga membahayakan keselamatan petugas.

 

Kepala Kantor Basarnas Cilacap, M Abdullah menjelaskan, penghentian sementara dilakukan setelah seluruh unsur SAR yang berada di lintasan evakuasi melihat peningkatan risiko longsor susulan.

 

Meski begitu, pihaknya menegaskan pencarian tetap akan dioptimalkan begitu kondisi memungkinkan.

 

Keselamatan tim menjadi prioritas utama dalam operasi ini.

Menurut warga setempat, intensitas hujan tinggi sejak akhir pekan lalu,sejak dilakukan pencarian korban oleh tim SAR sebanyak 25 orang berhasil di selamatkan dan 2 orang dalam kondisi menninggal dunia dan sebanyak 28 orang telah berhasil dievakusai.

 

“Kami akan memaksimalkan hari ini, tapi akan mempertimbangkan keselamatan tim SAR juga.”

 

“Proses pencarian tidak ada target berapa hari. Namun akan tetap dilaksanakan secara maksimal,” lanjutnya.

 

Area yang terdampak longsor tercatat seluas sekira 32.000 meter persegi, dengan ketinggian bukit mencapai sekira 60 meter, dan jarak luncuran material sejauh 540 meter.

Ketebalan longsor diperkiran 3 sampai 5 meter.

Uniknya, arah longsoran tidak mengikuti aliran sungai. Material justru bergerak mengikuti jalur vegetasi rendah, bahkan melewati jalur sungai yang ada di bawahnya.

 

 

 

Tim SAR menyebut, medan yang dihadapi sangat tidak biasa.

 

Akses menuju sektor A mengharuskan petugas menyeberangi sungai dan melewati tanah dengan tingkat kelabilan tinggi.

 

Sementara itu, alternatif jalur melalui jalan raya memiliki turunan tajam yang berpotensi membahayakan operator alat berat.

 

 

Untuk mempercepat pencarian pada sektor A yang dinilai lebih krusial, alat berat dialihkan dari sektor B ke sektor A.

 

Namun upaya itu belum dapat dimaksimalkan karena hujan membuat lereng kembali bergerak dan material tanah semakin lembek, meningkatkan kemungkinan korban tertimbun lebih dalam.

 

Hambatan utama saat ini adalah akses medan yang ekstrem, ketebalan timbunan material tanah yang sangat besar, kondisi kontur bukit yang masih bergerak.

 

Seluruh unsur SAR saat ini siaga penuh di titik aman sembari menunggu kondisi membaik.

Monitoring kontur pergerakan tanah dan prakiraan cuaca dilakukan setiap saat.

Operasi akan kembali dilanjutkan segera setelah situasi dinilai aman bagi seluruh personel. (**)

>>>>> IMAM S

No More Posts Available.

No more pages to load.