NASIONALNEWS.ID,BANYUMAS-Koridor 4 Trans Banyumas resmi diluncurkan pada Senin (29/12/2025) di Balai Adipati Mrapat, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Koridor baru ini melayani rute Terminal Bulupitu Purwokerto hingga Terminal Kejawar RSUD Banyumas dan akan beroperasi penuh mulai 1 Januari 2026.
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, menjelaskan bahwa koridor ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat Banyumas bagian selatan yang selama ini kurang terlayani. “Kami sudah melakukan survei ke masyarakat Banyumas selatan. Mereka sangat menantikan Trans Banyumas. Selama ini mereka bertanya, kenapa namanya Trans Banyumas tapi belum melewati Banyumas,” ujar Ipoeng.
Ipoeng menambahkan, Koridor 4 dilayani oleh sembilan bus, termasuk satu cadangan, yang dialihkan dari Koridor 3A dan 3B yang memiliki tingkat keterisian penumpang terendah. “Kami membuka koridor baru tanpa tambahan unit bus atau anggaran, sehingga memaksimalkan sumber daya existing. Total delapan bus operasional dan satu cadangan,” tambahnya. Tarif tetap mengikuti ketentuan pemerintah pusat: Rp3.900 untuk penumpang umum dan Rp2.000 untuk tarif khusus.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyambut baik peluncuran ini sebagai wujud komitmen Pemkab dalam meningkatkan mobilitas masyarakat. Hingga 27 Desember 2025, jumlah penumpang Trans Banyumas mencapai 1.980.201 orang, terbanyak di antara kabupaten/kota penerima bantuan Kementerian.
“Kalau apple to apple, Solo mungkin lebih banyak, tapi persentase penumpang per bus, Banyumas yang terbaik,” kata Sadewo. Ia menegaskan subsidi operasional aman hingga 2026, meski diprediksi berakhir 2027, dan Pemkab berkomitmen melanjutkannya.

Rute lengkap Koridor 4 mencakup Terminal Bulupitu – Berkoh – Kecamatan Kalibagor – Alun-alun Banyumas – Terminal Kejawar (RSUD Banyumas) – Depo Pelita – Kota Purwokerto – Pasar Wage – MAN 2 – Berkoh, lalu kembali ke Terminal Bulupitu. Ekspansi ini juga menjangkau kawasan wisata Kota Lama Banyumas, meningkatkan aksesibilitas, efisiensi, dan pariwisata lokal. “Antusiasme masyarakat terlihat dari penggunaan untuk reuni atau wisata akhir pekan,” ujar Sadewo.
Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti menilai peluncuran ini membuka akses lebih luas, mendorong aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal. “Layanan ini memudahkan warga bekerja, bersekolah, berdagang, hingga akses kesehatan dan pelayanan publik,” pungkasnya.
Penulis: IMAM S






