NASIONALNEWS.id,JOGYAKARTA-Pertama kalinya jabatan Sekertaris daerah (Sekda) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dijabat seorang perempuan asal Bali yang dilantik langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan. Selasa (16/9/2025)
Ni Made Dwipanti Indrayanti (55) merupakan birokrat putri kelahiran Kabupaten Klungkung Bali, mengawali kariernya Tahun 1998 sebagai Pegawai Negeri Sipil di Biro Bina Penyusunan Program Setwilda DIY. Pada tahun yang sama, ia diangkat menjadi Kepala Bidang Perencanaan, Bappeda DIY. Kemudian pada tahun 2019, beliau menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Setda DIY. Kemudian pada tahun 2021, ia diangkat menjadi Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DIY.
Ni Made Dwipanti Indrayanti berapakali menjabat di posisi penting di tingkat Pemprov DIY dari Tahun 2023, ia dilantik menjadi pelaksana jabatan Bupati Kulon Progo. Kabar dilantiknya Sekda DIY oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X hari segera beredar santer dan sampai Ke Pulau Bali.
“Kami atas nama keluarga besar puri pamecutan mengucapkan selamat dan syukur dengan pilihan Sri Sultan itu guna menjalankan roda pemerintahannya di Jogjakarta,” kata A.A. Turah Putradarmanuraga selaku Penglingsir Puri Pamecutan Bali yang menghubungi NasionalNews.id.
Hal itu disampaikan Turah Padmanuraga yang mengaku keluarga Puri Pamecutan Denpasar Bali punya bertalian keluarga dengan Raja Klungkung.
“Saya baru saja datang menghadiri pertemuan dengan raja Klungkung acara malagia Punggel,” katanya.
Menegetahui sauadaranya menjabat Sekda, adanya hubungan keluarga, Raja dari Puri Klungkung Bali Ida Dalem Smaraputra Raja Puri Klungkung Bali menceritakan silsilahnya, yang bersangkutan beristerikan adik kandungnya yang bernama Anak Sagung Parasari. Raja dari Puri Klungkung Bali Ida Dalem Smaraputra beristerikan adik kandungnya yang bernama Anak Agung Sagung Parasari.
Dalam keterangan singkatnya, Sri Sultan HB X, menjelaskan betapa vitalnya peran seorang Sekda dalam kepemerintahan memegang peran penting sebagai motor penggerak sekaligus penjaga ritme, yang memastikan roda pemerintahan berputar selaras, tidak saling mendahului, tidak saling menabrak. Karena itu, keberhasilan roda kepemerintahan yang juga turut ditentukan oleh kualitas seorang Sekda kata Sri Sultan HB X.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga mengingatkan agar pejabat menghindari sikap pamer.
“Kepada para pejabat yang dilantik saya berpesan hindari flexing, jadilah jangkar penenang di tengah gelombang. Tajamkan kepekaan terhadap denyut sosial di sekitar, junjung tinggi empan papan dalam setiap langkah kebijakan, ucapan, perbuatan, dan utamakan capaian prestasi kinerja ketimbang seremoni semata,” ujarnya.

Selain pelantikan Sekda, Sultan HB X juga merotasi sejumlah pejabat tinggi Pemda DIY. Rotasi ini tertuang dalam Keputusan Gubernur DIY Nomor 169/PEM.D/UP/D.4 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
(Ridar).






