NASIONALNEWS.ID – PANDEGLANG – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang sejak Jumat malam menyebabkan banjir di Desa Bojen Kecamatan Sobang Provinsi Banten. Sedikitnya 200 rumah warga dilaporkan terendam air pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Banjir mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 05.00 WIB. Empat titik terparah meliputi Kampung Bojen Kulon, Bojen Pasar, Kampung Banteng, dan Bojen Lebak.
Menurut laporan lapangan, ketinggian air sempat mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Hal ini mengakibatkan aktivitas ekonomi warga lumpuh total dan banyak perabot rumah tangga yang tidak sempat diselamatkan.
Perangkat Desa Bojen, Sami’an (yang akrab disapa Kang Ti’ing), mengonfirmasi bahwa intensitas hujan memang sangat ekstrem sejak sehari sebelumnya.
”Hujan dari kemarin cukup deras, dan sekitar jam 5 pagi air sudah masuk ke rumah saya dan rumah tetangga,” ujar Kang Ti’ing saat dihubungi.
Selain faktor cuaca, pihak desa mengidentifikasi adanya masalah pada infrastruktur aliran air. Banjir ditengarai semakin parah akibat Penyempitan saluran drainase pada Sungai Kada 1 dan Kada 2, Penumpukan sampah yang dibuang sembarangan, sehingga menyumbat debit air yang besar.
Masyarakat setempat mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan normalisasi sungai. Kang Ti’ing menegaskan bahwa solusi jangka panjang sangat dibutuhkan agar musibah ini tidak menjadi agenda tahunan.
”Harapan kami ke depan semoga ada penyodetan di Kada 1 dan Kada 2 agar aliran air bisa lebih lancar,” tambahnya.
Hingga Sabtu siang, warga masih berupaya membersihkan sisa-sisa lumpur di dalam rumah sembari memantau kondisi cuaca. Pemerintah desa setempat masih terus melakukan pendataan kerugian materiil dan memastikan keselamatan warga terdampak.
Editor : Nurlanajaya,






