SMP Negeri 2 Wates Gelar Renungan Malam Hadapi Lomba Gudep

oleh -
oleh
peserta lomba smpn wates

NASIONALNEWS.ID WATES— SMP Negeri 2 Wates sukses menyelenggarakan kegiatan Renungan Malam bagi Murid kelas VII pada Jumat, 24 April 2026 dini hari (03.00 – 05.00). Kegiatan inspiratif ini berlangsung di Bumi Perkemahan Karangasri dan diikuti oleh 127 yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Lomba Tingkat 1 Gudep 075/076 SMP NEGERI 2 WATES.
Renungan Malam merupakan Kegiatan Lomba Tingkat 1 Gudep 075/076 SMP NEGERI 2 WATES yang bertujuan untuk Menumbuhkan Kesadaran Siswa Terhadap Kepedulian Sesama. Kata Sumirah, S.Pd.Jas. sebagai Ketua panitia.
Dalam kesempatan ini, Budi Maheni, S.Pd., M.Psi. selaku Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kegiatan renungan malam memiliki peran yang sangat penting sebagai sarana refleksi bagi para siswa.
Beliau menegaskan bahwa melalui renungan ini, peserta didik diajak untuk merenungkan perjalanan hidupnya, memahami nilai-nilai kebaikan, serta membangun kesadaran diri sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
“Renungan malam bukan sekadar kegiatan, tetapi momentum penting untuk membentuk karakter, menumbuhkan empati, dan mendorong kemajuan anak-anak kami,” ungkap beliau.
“Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Kak Sha (Saiful Haq, M.Pd., CH., CHt., C.NLP., CT.GP., C.MMH.), seorang trainer profesional bersertifikat Hypnotist dari IBH dan Master Trainer bersertifikat BNSP, penulis dan terapis, serta peraih penghargaan Kepala Sekolah Berprestasi dan Guru Kreatif.”
Dalam sebuah sesi renungan yang penuh makna, Kak Sha menghadirkan materi reflektif bertajuk “5 Cermin Kehidupan” sebagai upaya menanamkan nilai karakter dan kesadaran diri pada peserta. Materi ini mengajak generasi muda untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Adapun lima nilai utama yang disampaikan meliputi:
1. Orang Tua – Simbol Ketulusan dan Kerja Keras
Di balik setiap langkah anak, terdapat perjuangan orang tua yang kerap tak terlihat. Mereka bekerja dalam diam, berkorban tanpa banyak tuntutan. Melalui refleksi ini, peserta diajak untuk lebih menghargai, bukan sekadar menerima.
2. Guru – Ketegasan yang Berakar dari Kepedulian
Sosok guru sering disalahartikan sebagai “galak”. Padahal, di balik ketegasan tersebut tersimpan harapan besar agar setiap siswa tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan berprestasi.
3. Petugas Kebersihan – Pahlawan Tanpa Sorotan
Lingkungan yang bersih dan nyaman adalah hasil kerja mereka yang sering terlupakan. Menghargai petugas kebersihan bukan hanya bentuk sopan santun, tetapi juga cerminan karakter dan empati.
4. Teman – Pilar Lingkungan Sosial yang Sehat
Persahabatan seharusnya menjadi ruang tumbuh, bukan ruang luka. Peserta diajak untuk menolak segala bentuk perundungan dan menjadi sahabat yang saling menguatkan.
5. Diri Sendiri – Awal dari Setiap Perubahan
Perubahan sejati tidak dimulai dari orang lain, melainkan dari diri sendiri. Setiap individu memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi pribadi yang membanggakan, jika berani mengambil langkah dan berkomitmen untuk berubah.
Melalui penyampaian yang menyentuh dan penuh refleksi, Kak Sha berharap nilai-nilai ini tidak hanya berhenti sebagai renungan, tetapi menjadi langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari.

(Sha)

No More Posts Available.

No more pages to load.