NASIONALNEWS.ID BANYUMAS – Suasana istirahat di SD Negeri Larangan, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, berubah menjadi kepanikan pada Rabu (13/5/2026) pagi. Sebanyak 19 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi paket makanan tambahan yang disediakan oleh Dapur SPPG Ledug 2.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula sekitar pukul 09.20 WIB saat para siswa menyantap menu makan siang yang terdiri dari nasi putih, sop tahu, telur fuyunghai, pisang, dan susu UHT merek Clevo. Namun, hanya berselang sepuluh menit, sejumlah siswa mulai mengeluhkan pusing, mual, hingga rasa panas di bagian perut.
Pihak sekolah segera bertindak cepat dengan melaporkan kejadian tersebut ke Puskesmas I Kembaran. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, ditemukan adanya keganjilan pada produk susu yang dibagikan.
“Setelah dilakukan pengecekan oleh guru, ditemukan gumpalan pada beberapa kemasan susu UHT tersebut. Hal ini diduga kuat menjadi penyebab para siswa mengalami gangguan kesehatan,” tulis laporan kronologi dari pihak berwenang.
Penanganan Medis dan Evakuasi
Tim medis dari Puskesmas I Kembaran yang didampingi oleh unsur Forkopimcam Kembaran langsung melakukan penanganan darurat di sekolah. Total terdapat 19 murid dari berbagai jenjang kelas yang terdampak. Beruntung, setelah mendapatkan perawatan pertama, kondisi para siswa dinyatakan mulai membaik dan diperbolehkan pulang dengan pemantauan khusus.
Upaya Konfirmasi ke Pihak Dapur
Guna mendapatkan keberimbangan berita, tim Nasional ID telah berupaya melakukan klarifikasi langsung ke Kantor Dapur SPPG Ledug 2 pada Rabu sore. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola belum bisa memberikan keterangan resmi.
Kondisi kantor terpantau sepi dikarenakan waktu operasional yang sudah usai. Di lokasi, tim hanya ditemui oleh petugas keamanan (Satpam) yang berjaga. Petugas tersebut mengonfirmasi bahwa Kepala Dapur sudah tidak berada di tempat dan menyarankan untuk kembali di hari kerja.
Uji Laboratorium dan Investigasi
Saat ini, sisa produk susu yang diduga terkontaminasi telah diamankan dan dibawa ke laboratorium oleh pihak terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini diambil guna memastikan penyebab pasti terjadinya penggumpalan, apakah terkait faktor produksi, masa kedaluwarsa, atau kesalahan prosedur penyimpanan.
Otoritas setempat memastikan bahwa situasi saat ini sudah terkendali, meski investigasi mendalam terhadap standarisasi penyediaan makanan sekolah tetap akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Penulis: IMAM S






