Suporter PSIM-PSS Sepakat Redam Gesekan di Liga 1 Yogyakarta

oleh -
komitmen

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN — Rivalitas suporter PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman kembali diuji. Kali ini, kedua kelompok suporter sepakat menjaga rivalitas tetap berada di jalur sportif dan tidak berkembang menjadi gesekan di luar lapangan.

Komitmen itu dituangkan dalam penandatanganan Komitmen Bersama yang difasilitasi Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (16/9), di Mapolda DIY.

Manajemen klub, Match Organizing Committee (MOC), serta perwakilan suporter PSIM dan PSS hadir dalam agenda tersebut. Kelompok suporter yang terlibat antara lain Brajamusti, The Maident, Slemania, dan Brigata Curva Sud (BCS).

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan, keamanan kompetisi sepak bola bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Menurutnya, seluruh pihak harus ikut menjaga situasi agar tetap kondusif.

“Kami mengapresiasi kehadiran Walikota Jogja dan Bupati Sleman yang hadir langsung sebagai bentuk komitmen dan dukungan penuh untuk kondusivitas Yogyakarta,” kata Ihsan seusai acara.

Ia berharap kesepakatan tersebut tidak berhenti di tingkat elite organisasi, tetapi benar-benar diterapkan hingga akar rumput.

“Kami berharap komitmen ini bisa dikawal sampai ke akar rumput agar Yogyakarta tetap aman, kondusif, dan menjadi barometer kota yang ramah bagi kemajuan sepak bola,” ujarnya.

Dalam kesepakatan tersebut, para pihak menyatakan siap menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi BRI Super League 2026/2027.

Sejumlah aturan juga ditegaskan. Di antaranya mematuhi aturan lalu lintas, tidak membawa barang berbahaya atau senjata tajam, serta tidak menyalakan flare dan petasan.

Suporter juga berkomitmen menolak tindakan anarkis, provokasi, maupun konten di media sosial yang berpotensi memicu konflik antarkelompok.

Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta seluruh suporter benar-benar menjalankan kesepakatan yang telah ditandatangani.

“Saya minta dengan hati yang ikhlas dan murni, apa yang ditandatangani hari ini betul-betul bisa diwujudkan nyata,” kata Harda.

Menurutnya, rivalitas antarsuporter merupakan bagian dari dinamika sepak bola. Namun, rivalitas tersebut jangan sampai berubah menjadi gesekan yang merugikan banyak pihak.

“Rivalitas dalam suporter itu baik, tapi jangan sampai timbul gesekan-gesekan,” ujarnya.

Harda juga meminta manajemen klub fokus meningkatkan performa dan prestasi tim di lapangan.

Ia menilai kekecewaan suporter terhadap hasil pertandingan atau prestasi klub yang tidak sesuai harapan bisa menjadi salah satu pemicu munculnya persoalan di kalangan pendukung.

Karena itu, selain menjaga keamanan dari sisi suporter, peningkatan prestasi klub juga dinilai penting untuk menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat.

Dengan komitmen bersama tersebut, penyelenggaraan BRI Super League 2026/2027 di Yogyakarta diharapkan berlangsung aman, tertib, dan tetap menghadirkan rivalitas sepak bola yang sportif. (Jat)

No More Posts Available.

No more pages to load.