Sekda: Posko GTPP Covid-19 Blora Tidak Minta Sumbangan Uang

oleh -
kabupaten blora
Sekretaris Daerah Kabupaten Blora (Sekda Blora), Komang Gede Irawadi, SE, M.Si didampingi Kepala Dinas Sosaial P3A Blora, Dra. Indah Purwaningsih dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, saat konferensi pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora, Sabtu (25/4/2020).

NASIONALNEWS.ID, BLORA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi menegaskan, Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora tidak menerima sumbangan dalam bentuk uang.

“Jadi kalau ada yang mengatasnamakan posko Gugus Tugas minta sumbangan dalam bentuk uang, itu tidak benar. Posko Gugus Tugas hanya menerima dalam bentuk barang,” jelas Sekda Blora didampingi Kepala Dinsos P3A Blora, Dra Indah Purwaningsih dan Plt Kepala Dinkes Blora Lilik Hernanto pada konferensi pers update informasi terkini perkembangan virus Corona di media center Posko GTPP Covid-19 Kabupaten Blora, Sabtu (25/4/2020).

Pada kesempatan ini, Sekda Blora mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, dan stakeholder terkait yang terus menerus secara bersama-sama bahu membahu melawan wabah virus Corona ini. Baik bantuan secara fisik, material, maupun gerakan sosial. Menurutnya bantuan yang masuk ke Posko GTPP langsung disalurkan ke fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Blora, baik klinik, puskesmas, maupun rumah sakit.

“Kepada warga masyarakat untuk membiasakan cuci tangan dan kalau keluar rumah harus pakai masker. Kalau tidak ada hal yang penting sekali, lanjutnya, tidak usah keluar, tetap saja tinggal di rumah. Yang bekerja dilakukan di rumah, demikian halnya yang belajar dilakukan di rumah,” imbau Komang.

Lanjutnya, kalau malam hari khususnya, jaga physical distancing dan social distancing sehingga tidak saling berjubel di kelompok-kelompok masyarakat yang cukup banyak. Jumlah pemudik hingga pukul 21.00 WIB, Kamis (16/4/2020) sejumlah 24.750 orang.

“Bagi warga yang berada di perantauan diminta tidak mudik terlebih dahulu,” pesan Komang.

Sekda menjelaskan perkembangan monitoring data Covid-19 Kabupaten Blora sampai dengan pukul 10.38 WIB, Sabtu (25/4/2020) yaitu Orang Tanpa Gejala (OTG) 165, proses pemantauan 8, selesai pemantauan 157. Jumlah Orang Dalam Pemantaun (ODP) 813, proses pemantauan 127 orang, selesai pemantauan 686 orang. Selanjutnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP)13, pengawasan 8, selesai pengawasan 3, Meninggal 1 (Hasil PCR belum keluar). Meninggal : 1 (PCR Negatif).

“Kasus Terkonfirmasi Covid-19 postitif satu orang dan meninggal 1 orang dengan penyakit penyerta,” ungkap Komang.

Pada kesempatan itu Sekda Blora juga mengimbau agar warga masyarakat meningkatkan kewaspadaan penyakit demam berdarah dengan meningkatkan 3 M, menguras, mengubur dan menutup.

“Yang tak kalah penting adalah jangan menyebarkan hoaks yang bisa menimbulkan kepanikan warga masyarakat,” pesan Komang.

Menurutnya, ada dugaan di beberapa media sosial yang membuat informasi sendiri-sendiri terkait data ODP, OTG, PDP dan lainnya.

“Mereka diduga buat data sendiri-sendiri, dan ini sangat membahayakan. Untuk di kabupaten Blora, harapan saya yang dipercaya.adalah informasi yang dikeluarkan dari Posko Gugus Tugas,” tandasnya. (Dinkominfo Kab. Blora)