NASIONALNEWS.id, JAKARTA – Sebagai kado ulang tahun, pemerintah memberikan Skrining Kesehatan Gratis. Untuk itu masyarakat harus memanfaatkan secara optimal dan jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Hal tersebut disampaikan Praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama saat memberikan siaran pers kepada nasionalnews.id, Kamis (23/1/2025).
“Program skrining kesehatan gratis dapat mendeteksi dini penyakit agar tidak terjadi komplikasi dan kematian. Untuk itu masyarakat jangan sampai menyia-nyiakan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, skrining kesehatan juga dapat mengefisiensikan pembiayaan kesehatan yang selama ini paradigma sakit (kuratif) atau sakit dulu baru berobat, juga bisa menjadi pencegahan.
Ada beberapa harapan dari program ini:
1. Membangun kolaborasi pentaheliks dan kerjasama lintas stakeholder yang kuat di berbagai level, kesehatan fundamental (hak dasar) yang menjadi urusan semua orang atau sektor, tidak hanya urusan tim kesehatan (belajar dari suksesnya kolaborasi COVID-19).
2. Reward untuk masyarakat selain bisa memantau kesehatan melalui aplikasi atau superapps tentang riwayat kesehatannya juga bisa kedepannya mendapat reward diskon makanan sehat atau alat kesehatan dan olahraga atau fasilitas – fasilitas olahraga dan kesehatan. Data hasil skrining dapat dimanfaatkan pemerintah untuk membuat kebijakan (data driven policy).
3. Memberlakukan reward dan punishment terhadap fasilitas kesehatan atau pemerintah daerah yang memiliki cakupan skrining yang tinggi atau rendah dengan melakukan evaluasi berkala berbasis data. Makin bagus cakupannya dan mendukung program ini makin diberikan reward yang sesuai (poin kerjasama dgn BPJS / akreditasi).
4. Menumbuhkan paradigma hidup sehat bagi masyarakat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, sehat adalah investasi untuk bisa produktif dan berkarya, sehat dimulai dari diri sendiri sehingga masyarakat mau secara rutin melakukan skrining kesehatan berkala gratis dari pemerintah ini untuk mencegah komplikasi dan kematian akibat penyakit (terutama hipertensi dan DM sebagai silent killer atau mother of disease penyakit tidak menular).
5. Penyediaan program skrining yang ajeg berdasarkan siklus hidup atau kelompok usia yang disosialisasikan masif kepada masyarakat termasuk mencukupi sarana prasarana yang dibutuhkan (termasuk deteksi dini kanker, penyakit menular, penyakit tidak menular, kesehatan jiwa)
6. Untuk skrining penyakit menular dan katastropik seperti TBC dan HIV juga diperlukan untuk masif.
“Bagian dari mencegah sakit menular dan tidak menular (fisik dan mental) adalah perilaku hidup bersih dan sehat setiap hari, pola hidup sehat adalah Cerdik dan Ceria setiap hari dimana C pada Cerdik adalah: cek kesehatan secara rutin 6-12 bulan sekali,” tutupnya






