Beli Solar Dipersulit, Nelayan Tradisional Muara Angke Menjerit

oleh -
img 20260910 wa0006
Foto: Nelayan Tradisional Bapak Suryadi dan Ibu Sariah

NASIONALNEWS.id, JAKARTA — Nelayan tradisional di kawasan Kali Adem, Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk kebutuhan melaut.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas nelayan, lantaran solar merupakan salah satu kebutuhan utama untuk mengoperasikan kapal saat melaut.

Perwakilan nelayan tradisional, Suryadi, mengatakan pihaknya merasakan adanya kesulitan dalam memperoleh solar. Menurutnya, nelayan bahkan harus menunggu beberapa hari meski pembayaran BBM telah dilakukan.

“Kami merasa dipersulit dalam pembelian BBM. Bayangkan, kami sudah bayar, tetapi untuk mendapatkan BBM tersebut harus menunggu tiga sampai empat hari,” kata Suryadi kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Menurut Suryadi, kebutuhan solar nelayan tradisional sebenarnya relatif tidak banyak. Ia menjelaskan, sebagian nelayan berangkat melaut pada pagi hari dan kembali pada sore hari.

“Kebutuhan kami sedikit, tidak banyak. Kenapa harus dipersulit. Kalau kami tidak melaut sehari, kebutuhan kami untuk keluarga ikut terganggu,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Sariah, pemilik kapal tradisional. Ia berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan bagi nelayan tradisional dalam memperoleh BBM untuk menunjang aktivitas melaut.

“Kami ingin pemerintah tidak mempersulit ketika nelayan tradisional membeli BBM. Yang kami butuhkan tidak banyak, hanya sekitar 20 sampai 30 liter setiap kali melaut,” jelas Sariah.

Para nelayan berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dari pihak terkait, sehingga ketersediaan solar bagi nelayan tradisional dapat terpenuhi dan aktivitas melaut tidak terganggu.

No More Posts Available.

No more pages to load.