Adu Banteng Roda Dua, Satu Pengendara Tewas

oleh -
img 20210822 103438

NASIONALNEWS.ID, BANYUMAS – Kecelakaan adu banteng antara roda dua di Jalan Bojong Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap satu orang pengendara tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Dalam peristiwa kecalakan tersebut pengendara Honda Supra X, M (14) tanpa dilengkapi identitas juga tidak menggunakan pelindung kepala, disamping itu pula motor dalam keadaan trondol meninggal dunia dalam perjalanan saat menuju rumah sakit terdekat.

Sementara pengendara Honda Spacy warna putih Nopol R 2753 BH dikendarai oleh Imam 40 tahun warga Banyumas mengalami patah tulang kaki.

Suwoto 41 th berprofesi sebagai Saptam di perusahaan swasta menceritakan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 14.00.

“Saya melihat dengan jelas kendaraan Supra X trondol melaju kencang menyalip mobil yang searah, namun langsung oleng dan tidak terkendali, dari arah berlawanan ada roda dua jenis Spacy,” kata Suwoto kepada awak media, Kamis (19/8/2021).

Suwoto juga menjelaskan, dirinya yang saat itu berkendara di depan sepeda motor Honda Spacy putih dikendarai oleh Imam yang berboncengan sudah terlihat mengurangi laju kendaraannya serta menepi kesisi kiri dari arah barat untuk menghindar supaya tidak tertabrak oleh kendaraan yang oleng tersebut.

“Karena sangat cepat dan pengendara supra memakan jalan lawan arah, akhirnya terjadi benturan keras pun tak terelakan.
Saking kerasnya benturan pengendara supra trondol itu terplanting jauh tidak sadarkan diri dan mengalami luka berat pada kedua kakinya serta memuntahkan darah dari mulutnya, seketika itu warga sekitar menolong keduanya,” tuturnya.

Senada dengan Woto , Darso usia 69 tahun yang saat itu membonceng di belakang Honda Sapcy yang mana dikendarai oleh Imam, langsung panik melihat kendaraan yang oleng tidak jelas arahnya mendekat ke kendaraan yang di boncengnya.

“Ya saya sudah panik melihat kendaraan yang sangat cepat dan oleng tak terkendali dan sulit dihindari oleh Imam, karena saya berboncengan dengan Imam dari arah sitinggil, walaupun Imam sudah ketepi jalan raya,” kata Darso

“Alhamdulillah saya masih diberi selamat, hanya luka ringan lecet di kaki dan sedikit bengkak karena Imam sudah banyak mengurangi laju motornya, ya hampir berhentilah,” jelas Darso

“Dan Imam sepetinya terlihat ada yang patah tulangnya pada bagian kaki kiri sehingga tak mampu berdiri saat dinaikan ke mobil bak untuk dibawa ke Puskesmas, dan yang anak kecil itu meninggal dunia saat mobil yang bawa saya bertiga melaju sekitar 100 meteran dari tempat kecelakaan,” ujar Darso.

Sekiranya 45 menit kemudian kedua polisi anggota Polres Cilacap Poslantas Proliman Bripka Rikun beserta satu temanya barulah datang ke Puskesmas Kawunganten untuk meminta keterangan terhadap saksi-saksi dan korban yang mengalami patah tulang dan mengamankan barang bukti SIM, STNK, dan SPM Honda Spacy yang tertabrak.

“Kendaraan yang menabrak tidak di ketemukan hingga larut malam,” kata Rikun melalui pesan singkat WhatsApp.

(Imam S)

No More Posts Available.

No more pages to load.