Puskopti DKI Jakarta Tuntut Pemerintah Lanjutkan Subsidi Kedelai

oleh -
img 20220927 wa0004
Ketua Puskopti DKI Jakarta Sutaryo yang didampingi pengurus Primkopti di lima wilayah Jakarta. Foto: Budi Beler

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Kenaikan harga kedelai yang tidak terkendali. Puskopti DKI Jakarta meminta ke pemerintah pusat agar melanjutkan program subsidi kacang kedelai kepada pengerajin tahu dan tempe se Indonesia.

Ketua Puskopti DKI Jakarta Sutaryo mengatakan, dengan kenaikan kacang kedelai bahan pokok tahu dan tempe yang mulai tidak terkendali, pihaknya meminta pemerintah melanjutkan memberikan subsidi.

“Harga kacang kedelai saat ini Rp 13.000 per kg, untuk pengerajin sendiri terlalu berat, untuk itu pemerintah harus tetap memberikan subsidi,” kata Sutaryo.

Sebelumnya, pemerintah telah memberikan subsidi kacang kedelai terhadap pengerajin tahu dan tempe seluruh Indonesia dan sudah berjalan 4 Bulan.

“Subsidi itu sudah berjalan 4 bulan ful, yaitu April, Mei, Juni dan Juli. Namun di Bulan Juli mulai tersendat dan pemerintah mulai memberhentikan, kenapa ?,” tanya Sutaryo saat konferensi pers di Gudang Kopti, Jalan Haji Aseni, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Senin (26/9/2022).

Lebih jauh Ia menjelaskan, sebenarnya, pemerintah pusat me alokasikan anggaran sekala nasional sebesar Rp 800 miliar setara dengan 800.000 ton, namun baru terserap 10 % nya, yaitu 80 miliar setara 80.000 ton.

“Ini kan baru 10 persen yang terserap, kami ingin pemerintah melanjutkan subsidi tersebut,” ujarnya.

Terkait program pemerintah ketahanan pangan dengan kedelai lokal, menurutnya, Kementerian Pertanian hanya menggebu-gebu, namun realisasinya tidak ada.

“Kementan hanya menggebu-gebu, dari 2002 sampai hari ini realisasinya tidak ada, dan ini harus dipertanyakan ke Kementan,” ucapnya.

Menurut Sutaryo dalam situasi seperti pihaknya berharap kepada pemerintah tetap melanjutkan subsidi selisi harga yang sudah diberikan.

“Kalau pemerintah tidak mendengarkan aspirasi kami, dalam waktu dekat, mau tidak mau kami akan menggelar demo, bisa jadi mogok produksi,” pungkasnya.

(Budi Beler)

No More Posts Available.

No more pages to load.