NASIONALNEWS.ID, SLEMAN — Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2 Sirkuit Nasional (Sirnas) C 2026 kembali mencatat sejarah. Kejuaraan bulu tangkis tingkat nasional ini memecahkan sekaligus meningkatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan melibatkan 2.817 atlet dari 26 provinsi.
Kejuaraan resmi dibuka Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di GOR Kebangsaan Wisdom Park UGM, Sleman, Selasa (15/9/2026).
Jumlah peserta tahun ini meningkat tajam dibanding penyelenggaraan 2025 yang diikuti 2.143 atlet dari 433 klub. Tahun ini, peserta datang dari 532 klub dengan total 3.081 pertandingan.
Ketua Umum Pengprov PBSI DIY Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara mengatakan peningkatan jumlah peserta menunjukkan antusiasme yang semakin besar terhadap Piala Raja.
“Piala Raja tahun ini merupakan kebanggaan yang luar biasa. Tahun 2025 lalu menorehkan rekor MURI dengan 2.143 atlet dari 433 klub. Tahun ini rekor tersebut kita pertahankan dan tingkatkan,” ujar KPH Yudanegara.
Seluruh pertandingan digelar selama enam hari dengan menggunakan 28 lapangan di tiga GOR. Padatnya pertandingan membuat turnamen ini menjadi salah satu agenda besar dalam kalender bulu tangkis nasional.
Tak berhenti di level nasional, PBSI DIY juga mulai membidik peserta dari luar negeri. KPH Yudanegara menargetkan Piala Raja bisa naik kelas menjadi turnamen internasional tahun depan.
“Insyaallah tahun depan kita tingkatkan dari skala nasional menjadi internasional dengan mengajak negara-negara Asia seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand,” katanya.
Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Subagja yang hadir mewakili Ketua Umum PP PBSI mengapresiasi kesiapan PBSI DIY menggelar kejuaraan tersebut.
Menurutnya, Sirnas C DIY merupakan bagian dari rangkaian 22 kejuaraan Sirkuit Nasional PBSI sepanjang 2026. Kompetisi seperti ini menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet secara sistematis dan berkelanjutan.
“Kompetisi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pembinaan yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan,” kata Ricky.
Sirnas C tahun ini juga menerapkan sistem penghitungan skor baru, yakni 3×15 atau the best of three.
Sementara itu, Sri Sultan Hamengkubuwono X saat membuka turnamen mengingatkan bahwa olahraga bukan hanya soal mengejar kemenangan. Menurutnya, atlet juga harus mampu membangun karakter dan mengendalikan diri.
“Prestasi dapat mengantarkan seseorang menuju podium, tetapi karakterlah yang menentukan apakah kehormatan tetap menyertainya ketika ia turun dari podium,” tegas Sri Sultan.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan kok pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dari arena inilah persaingan ribuan atlet muda dimulai untuk memperebutkan gelar sekaligus mengasah kemampuan menuju level yang lebih tinggi.
Bupati Sleman Harda Kiswaya turut menyampaikan kebanggaannya karena Sleman kembali dipercaya menjadi tuan rumah.
Harda berharap Piala Raja tak hanya melahirkan bibit unggul bulu tangkis nasional, tetapi juga memberi dampak bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah melalui sport tourism.
“Pemerintah Kabupaten Sleman sangat mendukung penuh penyelenggaraan Piala Raja ini. Kami berharap ajang ini sukses melahirkan generasi emas bulu tangkis masa depan Indonesia yang siap go international,” ungkap Harda. (Jat)











