NASIONALNEWS.ID, JAKARTA –Banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalan Bangun Nusa, sekitar Pasar Cengkareng membuat kawasan tersebut tampak semrawut dan rawan kemacetan. Banyaknya para PKL yang menguasai badan jalan ditambah lagi banyaknya parkir liar.
“Keberadaan PKL di sepanjang jalan Bangun Nusa tersebut sudah sangat meresahkan warga. Berbagai pedagang tumpah ruah menguasai trotoar, jalur hijau, dan berdiri di atas saluran air. Pada jam kerja kerap terjadi kemacetan,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Senin (13/5/2019).
Ia menambahkan, kesemrawutan kawasan Pasar Cengkareng akibat kehadiran PKL yang berada di lokasi itu. Bahkan kadang ada truk bertonase besar yang parkir untuk menurunkan barang seperti beras, sehingga keberadaan truk yang parkir di bahu jalan itu kerap membuat macet jalan.
“Dulu para pedagang berjualan di gedung lokasi binaan milik Sudin KUMKMP dan Pasar Jaya. Namun, karena sepi pembeli, mereka turun membuka lapak dagangan di trotoar. Kondisinya pun dibiarkan sekian lama,” ujarnya.
Ia berharap, Lurah Cengkareng Timur maupun Camat Cengkareng diminta untuk turun bersama, guna menata kembali ratusan pedagang yang menguasai badan jalan, jalur hijau dan di atas saluran tersebut.
“Kalau sekadar penertiban, kondisi kesemrawutan akan terus terjadi. Ada dua lokasi usaha, yaitu Lokbin dan Pasar Jaya yang bisa dijadikan tempat penampungan PKL sehingga kesemrawutan bisa ditangani,” jelasnya.
Pantauan dilokasi, ada sekitar ratusan lapak PKL menguasai setiap badan jalan, atas saluran air dan jalur hijau di kawasan Pasar Cengkareng. Ratusan lapak PKL menguasai ruang publik sehingga kawasan menjadi semrawut dan tidak tertata. (Bb)






