NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Bupati Sleman Harda Kiswaya mendorong Sekolah Al Azhar Yogyakarta mempertahankan tradisi pemberian penghargaan kepada kepala sekolah, guru, karyawan, dan murid berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam memajukan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Harda saat menghadiri acara pemberian penghargaan yang digelar Sekolah Al Azhar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Al-Azhar Yogyakarta World School, Rabu (19/8).
Harda mengapresiasi konsistensi lembaga pendidikan Al Azhar dalam memberikan penghormatan kepada seluruh civitas akademika yang menunjukkan dedikasi dan prestasi.
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilepaskan dari komitmen, keikhlasan, dan kolaborasi seluruh unsur sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, karyawan hingga orang tua siswa.
“Hari ini kami merasa senang dan bangga. Inisiatif Sekolah Al Azhar memberikan penghargaan kepada kepala sekolah, guru, karyawan, dan murid ini sangat patut dicontoh. Keberhasilan pendidikan itu dipengaruhi oleh komitmen bersama,” ujar Harda.
Ia menambahkan, dedikasi para guru dan karyawan menjadi salah satu faktor penting yang mampu mengantarkan siswa meraih berbagai prestasi, termasuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di luar negeri.
Melihat dampak positif program tersebut, Harda mendorong agar pemberian penghargaan terus dilakukan secara rutin setiap tahun.
Ia bahkan mengusulkan bentuk apresiasi bagi tenaga pendidik berprestasi dapat dikembangkan, salah satunya melalui program umrah maupun perluasan jejaring komunikasi internasional.
“Tanpa dedikasi dan ikhlas dari bapak ibu guru serta karyawan, tidak mungkin anak-anak kita bisa berprestasi hingga menembus perguruan tinggi luar negeri,” katanya.
Selain apresiasi terhadap tenaga pendidik, Harda menekankan peran strategis Al Azhar dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan fondasi keimanan serta keislaman yang kuat.
Ia berharap para lulusan Al Azhar nantinya mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam memperbaiki tata kelola bangsa.
“Anak-anak kita hari ini disiapkan menjadi pribadi berprestasi dengan karakter Islam yang kuat. Di tengah tantangan bangsa saat ini yang masih diwarnai persoalan korupsi, kita berharap anak-anak Al Azhar kelak saat mengelola negara ini bisa menjadi pembuka jalan untuk menghilangkan praktik korupsi, taat perundang-undangan, dan membawa negeri ini lebih makmur serta sejahtera,” tegasnya.
Harda menilai pendidikan karakter menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan pemerintah perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap masa depan Indonesia. (Jat)






