NASIONALNEWS.ID, YOGYAKARTA—Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus meningkatkan profesionalisme para trainer permainan anak Indonesia, Komunitas Trainer Permainan Anak Indonesia (KTPAI) menggelar kegiatan Buka Bersama (Bukber) yang diikuti puluhan trainer dan guru PAUD dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Pondok Deso, Yogyakarta, tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kapasitas para trainer permainan anak yang selama ini aktif mendampingi kegiatan pendidikan anak usia dini.
Ketua KTPAI, Kak Pranowo, dalam sambutannya menegaskan bahwa KTPAI terus berkomitmen meningkatkan kualitas para trainer melalui berbagai program pengembangan kompetensi. Salah satunya melalui kegiatan WTF (Workshop For Trainer) yang akan diselenggarakan pada 3-5 April 2026 di Purworejo dengan skala nasional.
“Guru dan trainer harus terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar. Terutama dalam memaksimalkan permainan anak yang ada di Indonesia, karena permainan dapat menjadi media penting untuk memahami karakter serta mengembangkan potensi anak,” ujarnya.
Kegiatan bukber juga diisi dengan kultum inspiratif oleh Kak Sha (Saiful Haq, M.Pd., CH., CHt., C.NLP., CT.GP., C.MMH.), seorang motivator Achievement Motivation Training (AMT), trainer nasional di bidang pendidikan, sekaligus praktisi hypnoteaching.
Dalam pemaparannya, Kak Sha mengajak peserta untuk bersabar dan mengambil hikmah di balik setiap ujian kehidupan.
“Dalam setiap musibah selalu ada hikmah. Termasuk ketika seseorang sakit, ada pelajaran besar yang dapat kita ambil,” jelasnya.
Ia menjelaskan sebuah hikmah bahwa ketika seseorang sakit, terdapat empat hal yang diangkat oleh Allah, yaitu:
1. Kekuatan
2. Kenikmatan
3. Kecantikan atau ketampanan
4. Dosa
Namun ketika seseorang kembali sehat, Allah hanya mengembalikan tiga hal, yaitu:
1. Kekuatan
2. Kenikmatan
3. Kecantikan atau ketampanan
“Sedangkan dosa tidak dikembalikan. Inilah bentuk kasih sayang dan kemurahan Allah kepada hamba-Nya,” tutur Kak Sha.
Suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan inspiratif. Para peserta tidak hanya mengikuti tausiyah, tetapi juga berdiskusi tentang berbagai strategi menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak.
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Mbak Umi Rohimah dan MC sekligus tilawah oleh bunda Syifa sehingga acara dapat berlangsung dengan lancar dan penuh kekeluargaan.
Selain dikenal sebagai trainer nasional, Kak Sha juga merupakan penulis sejumlah buku pendidikan dan pengembangan diri, di antaranya Hypnoteaching, Pembelajaran Menyenangkan, dan Coding untuk Anak. Ia juga pernah meraih penghargaan Kepala Sekolah Berprestasi dan Ustadz Kreatif, serta aktif memberikan pelatihan bagi guru dan orang tua di berbagai daerah.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama, sholat berjamaah, serta sesi foto bersama seluruh peserta.
(Kak Sha)











