Perluas Cakupan, Kemdikdasmen Sebut Mulai Tahun Ini Murid TK Bisa Peroleh PIP

oleh -
img 20260124 wa0370

NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) komit menggunakan anggaran pendidikan secara berkelanjutan guna mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua pada 2026.

Langkah ini dilakukan dengan melanjutkan sejumlah kebijakan afirmatif seperti Beasiswa Afirmasi Pendidikan Dasar dan Menengah (ADEM), Program Indonesia Pintar (PIP), dan Fasilitasi Penyelenggaran Pendidikan Afirmasi dan Pendidikan Inklusif.

“Tahun 2026 Kemendikdasmen akan memperluas cakupan PIP hingga mencakup jenjang Taman Kanak-Kanak (TK),” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen, Suharti di Jakarta pada Jumat (23/1/2026).

“Perluasan cakupan ini dilakukan untuk mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun dengan sasaran lebih dari 19 juta murid guna memastikan keberlanjutan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu serta menekan angka putus sekolah.”

Suharti meneruskan pada 2026 Beasiswa ADEM akan dialokasikan kepada 5.519 murid jenjang SMA/SMK berasal dari daerah khusus.

Selain itu Orang Asli Papua (OAP), anak pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Arab Saudi.

Beasiswa ADEM menjadi upaya Kemendikdasmen untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian memperoleh layanan pendidikan yang bermutu.

Langkah ini untuk masyarakat usia sekolah menengah yang terkendala oleh hambatan geografis dan ekonomi.

Untuk fasilitasi penyelenggaraan pendidikan afirmasi dan pendidikan inklusif akan dilakukan pembinaan dan memberikan bantuan untuk Community Learning Center (CLC) di Malaysia.

Untuk pengembangan pendidikan jarak jauh dengan target 771 lembaga yang menjangkau lebih dari 21.500 murid.

“Melihat capaian di tahun 2025, Kemendikdasmen telah menyalurkan PIP kepada lebih dari 19 juta murid dan Beasiswa ADEM kepada 4.616 murid,” tuturnya.

“Kemendikdasmen akan terus berkomitmen meningkatkan kualitasnya layanan pendidikan dengan penyaluran beasiswa kepada peserta didik dan bantuan untuk lembaga pendidikan pengampu pembelajaran afirmasi dan inklusif.”

Dampak nyata penyaluran PIP turut dirasakan oleh salah satu murid SMA Negeri 1 Teluk Bintan, Kepulauan Riau, Hanif Taqi.

Dia merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang menerima PIP sejak kelas 6 SD.

Keseharian Hanif sebagai pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yakni mengetuai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara.

“Dengan bantuan PIP saya sangat bersyukur dapat meringankan beban orang tua terhadap pendidikan saya. Bantuan ini juga memotivasi saya untuk lebih semangat belajar, berprestasi, dan mengejar cita-cita untuk di masa depan,” ujarnya.

Sebagai seorang Paskibraka Kabupaten Teluk Bintan, Hanif memiliki tiga cita-cita untuk masa depannya.

Dengan semangat, ia menuturkan ingin menjadi seorang anggota polisi, ingin menjadi salah satu murid di sekolah kedinasan, atau menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Sebagai murid penerima PIP, di masa depan nanti saya ingin mengabdikan diri untuk memajukan Indonesia,” ucapnya.

“Saya juga ingin mengajak dan menginspirasi adik kelas lainnya untuk bisa mendapatkan bantuan PIP.”

No More Posts Available.

No more pages to load.