Temui UAS di Pekanbaru, Menko Pangan: Keterjangkauan Pangan Sebagai Upaya Keadilan Sosial

oleh -
img 20260429 wa0723

NASIONALNEWS.ID, Pekanbaru — Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan mengatakan pangan tidak bisa lagi dilihat semata sebagai urusan produksi, distribusi, dan stabilisasi harga.

Pangan adalah kebutuhan paling dasar rakyat.

“Karena itu, keberhasilan menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan keadilan sosial,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).

Pernyataan ini disampaikannya saat bersilaturahmi dengan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Pekanbaru, Riau pada Rabu (29/4/2026).

Pertemuan itu menjadi momentum memperkuat pesan kebangsaan, persatuan, dan kesejahteraan rakyat melalui penguatan sektor pangan.

Silaturahmi dengan UAS juga menunjukkan kerja sama antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dinilai penting.

“Pemerintah menjalankan kebijakan, sementara ulama dan tokoh masyarakat ikut memperkuat nilai moral, kebersamaan, dan kepedulian sosial,” tutur Zulhas.

UAS dikenal sebagai ulama dan pendakwah yang memiliki pengaruh luas.

Dia kerap menyampaikan pesan tentang akhlak, persatuan, ukhuwah, dan tanggung jawab sosial.

Pesan itu sejalan dengan agenda pembangunan pangan nasional yang membutuhkan gotong royong banyak pihak, dari pemerintah pusat dan daerah, petani, nelayan, pelaku usaha, koperasi, hingga masyarakat.

Sementara itu Zulhas memiliki pengalaman panjang di pemerintahan.

Sebelum menjabat Menko Pangan sejak 2024, ia pernah menjadi Menteri Kehutanan, Ketua MPR RI, dan Menteri Perdagangan.

Jadi, dinilai relevan karena persoalan pangan berkaitan dengan sumber daya alam, perdagangan, distribusi, stabilitas harga, perlindungan petani, dan kesejahteraan masyarakat kecil.

Zulhas bertugas mengoordinasikan kebijakan lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pangan nasional.

Agendanya mencakup peningkatan produksi, penguatan distribusi, stabilisasi harga bahan pokok, pemberdayaan petani dan nelayan, serta penguatan kelembagaan ekonomi rakyat.

Riau memiliki posisi penting dalam agenda pangan nasional.

Provinsi ini memiliki potensi pertanian, perkebunan, perikanan, dan perdagangan, sekaligus menjadi simpul ekonomi masyarakat di wilayah barat Indonesia.

Dengan begitu pertemuan di Pekanbaru tidak hanya menjadi agenda silaturahmi.

Namun, ini menjadi ruang komunikasi sosial untuk memperkuat dukungan masyarakat terhadap pembangunan pangan nasional.

“Pesan utama yang mengemuka, membangun pangan berarti membangun kehidupan rakyat dari akar paling dasar,” ucap Zulhas.

“Pangan bukan sekadar komoditas, tetapi menyangkut pendapatan petani dan nelayan, harga kebutuhan keluarga, kecukupan gizi anak, lingkungan bersih, dan rasa aman masyarakat.”

Silaturahmi Zulhas dan UAS menjadi simbol kolaborasi kebangsaan dalam memperkuat ketahanan pangan, mendorong kesejahteraan rakyat, dan merawat persatuan Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.