Ahli Hukum Nilai Pemerintah Gegabah Naikan Harga BBM Sekaligus

oleh -
anwar sadat tanjung
Ahli Hukum Dr. Anwar Sadat Tanjung, S.H., M.H., C.M. yang masih aktif sebagai Dosen Iblam Law School dan Managing Partner dari Anwar & Ayatullah Law Firm

NASIONALNEWS.ID JAKARTA – Ahli Hukum Dr. Anwar Sadat Tanjung, S.H., M.H., C.M. soroti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dosen Iblam Law School dan Managing Partner dari Anwar & Ayatullah Law Firm menilai Pemerintah terlalu gegabah menaikkan harga BBM bersubsidi dan non subsidi sekaligus dalam kurun yang singkat.

“Imbas dari kenaikkan Harga BBM pasti harga kebutuhan bahan pokok juga akan naik, sedangkan perekonomian baru mulai membaik pasca pandemi Covid-19,” kata Anwar yang masih aktif mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu (STIH) Iblam kepada NasionalNews.id melalui telepon selulernya, Selasa (6/8/2022).

Baca juga : Anwar Sadat Tanjung Kritisi Jaksa Agung Terkait Korupsi 50 Juta Tak Perlu Proses Hukum

Menurutnya, disaat perekonomian mulai bangkit, pemerintah terburu-buru menaikkan harga BBM dengan mengandalkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), tidak menunggu perekonomian beransur pulih minimal mendekati stabil, ditambah kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) agar buruh dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan naiknya harga sembako akibat dampak naiknya harga BBM subsidi dan non subsidi.

“Harga BBM naik BLT dikucurkan, tetapi yang mendapatkan BLT jumlah tidak sebanding dengan rakyat Indonesia yang terdampak dengan naiknya harga BBM. Saya menyarankan kepada pemerintah apabila mau menaikkan harga BBM, bukan BLT yang difokuskan, tetapi naikkan dulu perekonomian kita yang lagi berangsur mulai membaik pasca pandemi covid 19 dan naikkan juga UMR agar buruh tidak menjerit dengan naiknya harga sembako akibat naiknya harga BBM,” ungkap Dosen STIH Iblam.

Selain itu, lanjut Anwar, pemerintah jangan menaikan harga BBM bersubsidi dan BBM non subsidi sekaligus bersamaan.

“Kalaupun pemerintah mau menaikkan, hanya untuk BBM bersubdsidi jangan yang non subsidi juga dinaikkan, kalau keduanya naik bersamaan sekaligus dampaknya global, kalau naiknya diatur sesuai kebutuhan ekonomi dan bertahap setelah ada pergerakan naiknya perkapita,” usul Ahli Hukum Anwar Sadat Tanjung.

Anwar menambahkan, bahwa siapapun yang memimpin negeri ini, sebaiknya menaikan perekonomian bangsa ini sebelum menaikan harga BBM.

“Apabila diawali dengan naiknya perekonomian, kenaikan harga BBM dampaknya tidak terlalu signifikan. Naiknya BBM mungkin juga ada kepentingan politik, saya menilai rata-rata kenaikkan harga BBM diakhir-akhir masa jabatan pemerintahan,” tandas Managing Partner dari Anwar & Ayatullah Law Firm. (SL)

No More Posts Available.

No more pages to load.