Cabup Mesak Magai: Ada Paslon Yang Melakukan Mobilisasi Massa Dari Luar Nabire

oleh -
Camera720 20201128 202619

NASIONALNEWS.ID, NABIRE – Calon Bupati (Cabup) Kabupaten Nabire, Nomor Urut 2, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si membenarkan bahwa pihaknya beberapa waktu lalu melakukan aksi pembongkaran tenda milik salah satu Paslon yang melakukan mobilisasi massa dari luar Kabupaten Nabire.

Mesak Magai yang dikenal dengan sebutan MESI (Mesak-Ismail) saat menemui Wartawan mengatakan bahwa Ketika dirinya melihat kondisi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Nabire hari ini, ada salah satu Paslon yang melakukan mobilisasi massa dari luar kabupaten Nabire.

“Itu berarti bukan orang ber-KTP Nabire, Itu salah satu tindakan yang belum siap mentalitas seorang politisi,” ujar Mesak Magai di Sekretariat Pewarna, Kamis (26/11/2020).

Dirinya menuturkan, bahwa pihaknya juga telah menyurati Bawaslu, dengan tembusan KPU, Polres Nabire dan Gakumdu agar dapat melihat kecurangan yang terjadi.

“Pihaknya menilai bahwa tindakan calon tertentu tidak sesuai prosedur karena mendatangkan orang dan membuat tenda segala macam. Pihaknya merasa akan ada indikasi berpotensi besar akan terjadi kecurangan,” ucapnya.

Maka itu, dikatakan Mesak, kami akan melakukan aksi maka harus ada reaksi. Sehingga dirinya berharap Kapolres Nabire mengundang pihaknya dan juga Ketua Bawaslu, Ketua KPU dapat dipertemukan.

“Saat itu saya sampaikan bahwa biarlah rakyat yang menentukan pilihan. Kalau kalah ya kalah terhormat, kalau menang ya menang terhormat. Tetapi jangan lakukan hal-hal yang sangat merugikan demokrasi untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nabire.” tegas Mesak.

Dalam kesempatan itu, kepada sejumlah awak media Paslon MESI juga menuntut beberapa point kepada penyelenggara, pengawas dan semua pihak. Pertama, Kita harus sepakati larangan untuk mobilisasi massa. Kedua, sisa surat suara harus dimusnahkan di seluruh TPS. Ketiga, Surat Pemberitahuan (C6) harus dibagikan pada tanggal 6 Desember bukan pada H-1. Keempat, Karena pemilih itu acak, maka priyoritas pemilih adalah warga masyarakat yang mendiami sekitar TPS terdekat. Biarpun tanpa undangan berdasarkan KTP wajib memilih.

Kemudian, Kelima, kesepakatan bersama ini, kita harus distribusikan kepada seluruh TPS setempat. Keenam, yang terpenting dari semua ada dua yakni sisa surat suara dimusnakan, dan Kita awasi bersama mobilisasi massa kandidat tertentu.

Mesak menambahkan, ketiga paslon telah menyampaikan Visi-Misi kepada masyarakat. Maka pihaknya menghimbau kepada masyarakat bahwa Money Politik bukan solusi untuk perubahan dan Golput bukan solusi untuk perubahan.

”kepada masyarakat Nabire pada tanggal 9 Desember ke TPS untuk memilih. Setelah masyarakat coblos jaga TPS , saksikan suara sehingga tidak terjadi potensi kecurangan,” tutup Mesak Magai.

(TRM)