NASIONALNEWS.id, JAKARTA — Warga Kebon Sayur menggelar aksi unjuk rasa dengan menutup akses Jalan Kapuk Raya, tepat di depan Kantor Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (17/6/2026).
Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas pernyataan yang diduga disampaikan Camat Cengkareng saat audiensi dengan perwakilan warga.
Ketua Aliansi Perjuangan Warga Kebon Sayur Andreas mengatakan, aksi tersebut dipicu oleh ucapan Camat Cengkareng yang dinilai tidak pantas dan menyinggung perasaan warga.
Menurutnya, warga sebelumnya telah berupaya menempuh jalur dialog dengan mengajukan surat permohonan audiensi kepada Lurah Kapuk sejak 10 Juni 2026.
“Kami melakukan audiensi, namun Camat mengatakan hal yang tidak pantas kepada kami. Kami merasa diperlakukan seperti ayam kelaparan, sehingga kami menggelar aksi ini,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.
Ia menegaskan, warga berharap Camat Cengkareng menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
“Kami berharap Pak Camat meminta maaf di hadapan warga melalui konferensi pers,” katanya.
Andreas juga menjelaskan, warga Kebon Sayur meminta pemerintah setempat mengakui keberadaan permukiman mereka yang berada di kawasan Jalan Peternakan, Cengkareng, Jakarta Barat.
Menurutnya, surat permohonan audiensi telah dilayangkan kepada pihak Kelurahan Kapuk pada 10 Juni 2026. Namun, saat jadwal pertemuan berlangsung, Lurah Kapuk disebut menghadiri agenda di Kantor Kecamatan Cengkareng.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Cengkareng maupun Lurah Kapuk belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kepadatan akibat penutupan jalan yang dilakukan massa aksi. Aparat kepolisian dan petugas terkait tampak berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas.











