Jelang New Normal, SD Negeri Wiradadi Terapkan Protokol Kesehatan

oleh -
Img 20200621 Wa0002

NASIONALNEWS.ID, BANYUMAS – Jelang tahun ajaran baru, SD Negeri Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas melakukan persiapan proses belajar mengajar sesuai mekanisme new normal dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Sekolah SD Negeri Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, Slamet Riyadi mengatakan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri bahwa untuk kegiatan pembelajaran tatap muka diprioritaskan pada sekolah yang berada di daerah berstatus zona hijau.

“Kemungkinan dalam tahun pelajaran baru SD belum boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka, tetapi untuk sementara menggunakan sistem dalam jaringan (daring),” kata Slamet Riyadi usai ditemui diruang kerjanya, Sabtu (20/6/2020).

Dirinya menyampaikan bahwa aturan tersebut mengacu pada aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu dilakukan secara bertahap dimulai dari tingkat SLTA dan SLTP.

“Jika daerah itu tetap statusnya zona hijau dalam dua bulan ke depan baru SD diperbolehkan belajar dengan tatap muka. Serta diputuskanya Kabupaten Banyumas oleh Pemerintah Provinsi Jawa tengah sudah menjadi zona hijau terkait pandemi Covid-19,” tuturnya.

“Kami para guru mempersiapkan peralatan kesehatan sabun cuci tangan di berapa titik di lingkungan dalam sekolahan serta menjaga jarak dalam pelaksanaan belajar mengajar,” sambungnya.

Img 20200621 Wa0003Tidak hanya mengikuti protokol kesehatan Covid-19, selaku kepala sekolah dirinya juga akan merubah suasana baru di lingkungan sekolah.

“Kami akan melukis setiap ruangan kelas dengan tema-tema pendidikan sesuai dengan tingkatan kelasnya dengan menggunakan dana BOS, supaya dapat memotivasi para siswa saat belajar,” tuturnya.

Dikatakan Slamet, dalam kurung waktu 4 tahun SD Negeri Wiradadi sudah banyak melakukan perbaikan penataan lingkungan dengan mengunakan Dana BOS dan sebagian lagi menggunakan dana infaq dari para murid yang memang di himbau untuk melatih diri menyisihkan uang saku.

“Selama ini sudah terbangun mushola , taman, pendopo, ruang seni tari yg masih dalam tahap pengerjaan, terbantu dari dana Infaq,” ungkapnya. (IMAM SURATNO)