Inspektorat Bungkam, Pengamat Sebut Seolah Ada Kesalahan yang Diperbaiki

oleh -
Inspektorat Kota Tangerang

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Terkait pernyataan Kepala Inspektorat Kota Tangerang  Dadi Budairi akan mempelajari persoalan transport peserta Musrembang Kecamatan Periuk sampai saat ini masih bungkam.

Pengamat Kebijakan publik Ewi angkat bicara dan menilai seolah ada kesalahan yang sedang diperbaiki sehinga memakan waktu sampai berhari-hari dalam memberikan jawaban terkait masalah tersebut kepada Wartawan.

“Ini kan jadi lucu, sekelas pa Dadi yang nota benenya sudah berpengalaman di birokrasi, masa persoalan tersebut harus mempelajari terlebih dahulu sampai berhari-hari,” jelas Ewi.

Seharusnya lanjut Ewi, Kota Tangerang yang sedang gencar-gencarnya mewujudkan Good Goverman (Pemerintahan yang baik), pemerintahan yang transparan dan  akuntabilitas, mestinya menanggapi persoalan di Kecamatan Periuk tidak perlu lama.

“Musrembang itukan  sudah lama mestinya dua sampai tiga hari atau paling lama seminggu pembagian transport peserta sudah selesai. Komunikasi via telpon juga sudah bisa menanyakan ke camat apa yang menjadi persoalan,” terang Ewi yang juga berprofesi sebagai pengacara tersebut.

Waktu yang lama tersebut Ewi hawatir dan timbul prasangka buruk kalau memang ada masalah dalam persoalan keterlambatan transportasi peserta musrembang.

“Bukan Suudzon, kalau persoalan sampai memakan waktu lama, jangan-jangan memang terjadi masalah dan ada perbaikan terlebih dahulu sehingga membutuhkan waktu untuk menjawab.” tukasnya.

Diketahui, sebelumnya Kepala Inspektorat Dadi Budairi saat dikonfirmasi pada tanggal 16 juni 2020 diminta tanggapan terkait persoalan Musrenbang Kecamatan Periuk mengemukakan akan mempelajari terlebih dahulu persoalan tersebut.

Selanjut pada (17/6) Dadi kembali diminta tanggapan melalui pesan singkat WhatsApp dan Telpon selular tidak lagi menjawab. Kemudian pada Jumat (19 /6) Dadi kembali dikonfirmasi ke kantornya, namun berdasarkan keterangan pegawai  Dadi tidak berada di tempat hanya mobil dinas saja terparkir di halaman.

“Ia itu mobilnya aja yang ada pa, bapanya ga ada keluar pake mobil lain,” terang Satpam.

Sementara itu Jenni Isroyani subag analisis dan evaluasi inspektorat Kota Tangerang saat ditemui di ruang tamu mengatakan tidak dapat memberikan keterangan tanpa seijin inspektur namun jeni mengaku belum mengetahui terkait persoalan tersebut.

“Saya tidak berani memberikan pernyataan tanpa seizin pa inspektur, untuk persoalan Periuk saya belum tau,coba kirim beritanya ke saya, sebab kalau memang ada intruksi ke Irban biasanya saya yang di perintahkan,” terangnya. (Iwan/Yuyu).