Malam Prelimenary PPBI di Jogya Bernuansa Epos Kepahlawanan dan Mistis

oleh -
img 20251017 wa0027
Bersama Anak Agung Sagung Saraswati Dharmaputri didampingi ibu kandungnya Anak Agung Sagung Vitra Frameira Sarjana

NASIONALNEWS.id, YOGYAKARTA Malam prelimenary pencarian bakat ajang penyelenggaraan Pemilihan Putra Putri Budaya Indonesia (PPBI) yang menampilkan Bali, Maluku Utara,Riau, Sumsel,Jawa Barat, Kalteng, Kaltim dan Papua yang menunjukkan talentanya dihadapan dewan juri diwarnai epos kepahlawanan dan suasana mistis.

“Malam ini merupakan malam prelimenary atau pencarian bakat para peserta,” kata Firman Yogi Pratama panitia PPBI kepada NasionalNews.id Jum’at malam (16/10/2025) yang berlangsung di Ballroom Lantai 5 Hotel Grand Serela Yogyakarta.

Peserta pertama yang tampil Anak Agung Sagung Saraswati Dharmaputri yang mewakili Provinsi Bali yang menampilkan tari dan gerak Pecut.Cucu kesayangan A.A.Putra Darmanuraga Penglingsir Puri Pamecutan Denpasar Bali dengan sangat gesit dan gerakan yang mempesona membuat decak kagum hadirin yang hadir.

Pecut dan tulup merupakan senjata manusia sejak zaman dulu Nama “pemecutan” berasal dari keahlian memainkan pecut (cemeti) oleh pendiri puri, yang kini menjadi simbol kebesaran keluarga besar Puri Pemecutan.

Pecut dan tulup memiliki kaitan historis dengan dinasti Raja Badung dapat diketahui dari sejarah kerajaan Majapahit Adyawarnan yang piawai menggunakan pecut.

Dua peserta yang tak kalah serunya seperti yang ditampilkan peserta dari Provinsi Kalimantan Tengah Alehandro Marcha Utama yang menampilkan Tari Mandau yang merupakan tari perang Suku Dayak.Pemuda kelahiran Kuala Pembuang Kabupatèn Seruyan Kalteng ikut berlaga dengan peserta puteri Annabel Putri Evangelista asal kota Palangkaraya.

Tari Mandau adalah tari tradisional khas suku Dayak yang dikenal sebagai salah satu jenis tarian perang. Sebagai sebuah seni tari tradisional, tari Mandau sangat populer khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.

“Nama tarian ini berasal dari gerakan tari yang mengandung atraksi yang indah dalam memainkan Mandau, senjata tradisional khas suku Dayak” kata Alehandro usai pertunjukan.
Dalam gerak tari Mandau, penari akan mempertontonkan atraksi berbahaya, seperti mengayun dan menggigit manda membuat sebagian undangan dan peserta menahan nafas sejenak dan berdecak kagum.

Yang tidak kalah serunya penampilan Kiki Faisal perwakilan dari Provinsi Banten yang memadukan seni budaya dan permainan debus serta permainan bola api besar yang menciptakan suasana mistis.

Pada saat permainan bola api yang menciptakan bola api besar membuat Reko Serasi Direktur Nasional PPBI maju kedepan menghampiri petugas pembawa kobaran api yang akan mendapat semburan minyak dari mulut Kiki Faisal.

“Mungkin takut saja api akan menjalar dan membuat ruang ini terjadi apa apa” kata seorang peserta dari Papua.

“Yang kami tampilkan tadi dinamakan Pentalogel Suku Banten.Kami padukan antara permainan debus dengan angklung buhun dan almadat yang kami padukan” kata Kiki Faisal usai tampil.

Dewan juri pada saat malam grand final yang akan berlangsung diruang covenhall Universitas Negeri Jogyakarta (UNY) hari Jum’at tanggal 17 Oktober 2025 akan mengumumkan para pemenang Pemilihan PPBI tahun 2025 yang berlangsung dari tanggal 14 Oktober 2025.

“Malam grand final besok secara resmi akan dihadiri ketua DPD RI dan para pejabat bupati,” kata Reno Serasi selaku founder PPBI.(Ridar)

No More Posts Available.

No more pages to load.