Peran AJV di Era Industri Media Massa Digital

oleh -
oplus 0
Suasana diskusi santai yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Vidio (AJV) di sekretariat Jl.Pasar Minggu raya no.18, Jaksel (Foto DSP)

NasionalNews.id, Jakarta – DEMI terwujudnya kemerdekaan praktek jurnalistik dan pengakuan terhadap media massa model baru, Aliansi Jurnalis Video (AJV) menggelar diskusi publik bertema “Industri media di era digital antara revitalisasi atau distrupsi”, di kantornya, Jalan Raya Pasar Minggu no.18, Jakarta Selatan, Minggu (2/2/2025).

Pernyataan itu diungkap Chandra, Ketua AJV periode 2023-2026 di acara yang menghadirkan narasumber Dr. Rully Nasrullah (Sekjen AJV / konsultan media) dan Syaefurrahman Albanjary, SH (Jurnalis) sebagai pembicara.

“AJV lahir dari pemikiran para Jurnalis, aktivis dan akademisi. Misi AJV adalah memperteguh semangat jurnalis merdeka di Indonesia,” ujar Chandra.

Chandra juga menyebut kalau AJV berfungsi sebagai tempat berhimpun dan berkarya, mendorong pemikiran dan meningkatkan upaya penyempurnaan kebijakan para pelaku jurnalistik.

“Dengan melihat perkembangan teknologi digital yang sangat cepat,
serta dalam rangka pengembangan profesi jurnalis dan media massa baru, sepertinya diskusi ini sangat tepat diangkat di era Industri media yang kini marak dengan perkembangan dunia digitalnya,” tegas Chandra lagi

Selain kedua pembicara, hadir juga sore itu H.Haris Jauhari selaku pembina sekaligus pendiri AJV, pengurus, pengawas, pengda, anggota AJV dari luar Jakarta dan para simpatisan organisasi ini.

img 20250203 wa0139
Foto ki-ka, Dr. Rully Nasrullah (Sekjen AJV / konsultan media), H.Haris Jauhari (pembina AJV), Syaefurrahman Albanjary, SH (Jurnalis), Chandra (Ketua AJV periode 2023-2026), Lolo (Ketua Div.Hiburan) dan Ismail Uka-uka (moderator) usai menggelar Diskusi media bertema “Industri media di era digital antara revitalisasi atau distrupsi”, Minggu (2/2) lalu (Foto: DSP)

Kegiatan diskusi AJV merupakan bagian dari acara peringatan hari ulang tahun ke-5 AJV yang sebelumnya telah dideklarasikan pada tanggal 02 Februari 2020 silam. Hampir setiap ulang tahun AJV selalu menyuguhkan diskusi soal media massa era digital dan perkembangannya.

Sebelum diskusi dimulai terlebih dahulu dilakukan pemotongan kue ulang tahun organisasi AJV yang dilanjut dengan acara diskusi.

img 20250203 wa0143
Pembicara Syaefurrahman Albanjary, SH (Jurnalis radio) saat memberikan paparan pada diskusi publik bertema “Industri media di era digital antara revitalisasi atau distrupsi” yang di gelar Aliansi Jurnalis Video (2/2) Minggu sore (Foto: DSP)

Sebagai pembicara awal, Syaefurrahman Albanjary, SH yg kesehariannya bergerak sebagai praktisi radio dan media online. Ia menanggapi tentang keberadaan AJV yang dinilainya sangat jelas sebagai sebuah wadah tempat para jurnalis bernaung. Dalam perjalanannya AJV dianggapnya wadah yang bagus.

“AJV wujudnya ada, anggotanya ada, sekretariat dan karyanya juga ada dan kini malah semakin berkembang ya,” ujar pria yang sempat jadi ketua AJV periode 2022 ini.

Sementara saat menyikapi tema diskusi tentang “Industri media di era digital antara revitalisasi atau distrupsi” ini, Syaifurr menyebut kalau media massa  saat ini tengah berada seperti pada masa VUCA, yaitu akronim yang didasarkan pada teori kepemimpinan Warren BennisdanBurt Nanus, di Amerika tahun 1987.
Akronim tersebut adalah yang berarti Volatility/cepat, Uncertainty/ ketidakpastian, Complexity/beragam dan Ambiguity/banyak arti/tak jelas)

Dimasa seperti VUCA ini menurut Syaiffurrahman, media massa yang ada sangat cepat mengalami perubahan, fungsinya mengalami ketidakpastian, perubahan yang terjadi sangat komplek dan tidak jelas formatnya akibat dari akronim VUCA tersebut.

Ia mencontohkan banyaknya media yang berguguran dan banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja saat ini yang didasari atas keadaan yang ada di VUCA tadi. Terutama dengan berkembangnya era digitalisasi yang semakin modern.

“Jalan keluarnya adalah bagaimana kita harus bisa memformat ulang cara penyampaian komunikasi kepada publik agar tidak mati dan dengan teknik jurnalistik yang seperti apa yang akan tetap dipertahankan,” ujar owner Cakrawala.co yang berharap akan muncul media Jurnalistik online yang berkualitas. Yaitu bukan laporan jurnalistik dalam arti yang hanya orang ngomong langsung di publish tapi juga, harus ada investigasinya agar produk jurnalistik dan informasi yang dibutuhkan itu berciri dan modern.

img 20250203 wa0125
Para pengurus, peserta dan panelis acara diskusi publik Aliansi Jurnalis Vidio (AJV) bertema “Industri media di era digital antara revitalisasi atau distrupsi”, foto bersama di kantor AJV, Minggu (2/2) sore (Foto: DSP)

Sebagai sebuah organisasi jurnalis yang banyak menaungi media digital, Saffurr memberi nilai bagus kepada AJV.

Menurutnya, AJV masih terus concern diusianya yg terus bertambah untuk terus bisa mengepakkan sayapnya ke berbagai daerah dalam mewujudkan kreatifitas dan kemerdekaan para jurnalis. Dari data yang ada , AJV kini telah memiliki jumlah anggota yang besar dari 12 perwakilan kota di seluruh Indonesia.

Bukan itu saja, dari AJV juga mampu dan turut mengembangkan jurnalisme berkeadilan, memberikan advokasi dan perlindungan hukum terhadap anggotanya terkait kegiatan jurnalistik yang positif guna menghindari hoaks.

Sementara itu Dr.Rully Nasrullah yang akrab dipanggil kang Arul dalam diskusi yang dipandu oleh Ismail “Uka-uka” Syahid ini dalam penyampaian materinya lebih banyak bercerita dari pengalamannya mengenai bagaimana menciptakan pendapatan keuangan melalui jalur sosial media.

Usai membeberkan pengalamannya, Dr lulusan kampus UGM ini akan ke depan akan membuat tema khusus diskusi selama 4 kali pertemuan tentang bagaimana menghasilkan uang dengan menggunakan keahlian bagi teman-teman AJV yang memiliki kemampuan jurnalistik, fotografi dan videografi diera digitalisasi ini.

Di AJV sendiri, selain pernah menggelar diskusi publik di luar pulau-pulau lain di Indonesia seperti Lampung, Sumatra, organisasi ini juga sempat bekerjasama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam memberikan penghargaan kepada para jurnalis yang kompeten dan berkualitas.

Sementara itu, dari divisi Hiburan AJV pernah menggelar ‘diskusi Jurnalis di Era Digital’ dengan mengundang artis seperti Roy Marten, Anna Maria, Icha Christy, Krisna Mukti, Fahmi Sahab, dll.

Akhirnya, dari segala aktivitas yang AJV lakukan sejak dideklarasikan hingga diskusi yang ada saat ini, Chandra berharap agar AJV terus bisa mewujudkan kebebasan dan kemandirian jurnalis video, pengakuan terhadap media massa baru , dan mendorong penerapan jurnalistik berkeadilan di era media massa yang kian mengunakan industri digital ini.

“Semoga kedepannya, AJV akan bisa terus berkembang di seluruh tanah air,” kata Chandra lagi

Sebagai informasi, Aliansi Jurnalis Video (AJV) adalah organisasi jurnalis berbasis video yang keanggotaan terbuka bagi seluruh jurnalis Indonesia.

Nah, Ayo siapa yang berminat dan ingin mengetahui AJV lebih lengkap bisa mengunjungi https: //ajv.id

Salam jurnalis MERDEKA

———————– Abie Mujib

No More Posts Available.

No more pages to load.