Perantau Minang Yogyakarta Rajut Keakraban di Lintang Sewu

oleh -
makrab1

NASIONALNEWS.ID, BANTUL – Gemerlap lampu Kota Yogyakarta tampak berkelip dari kejauhan. Di atas ketinggian Bukit Lintang Sewu, suasana malam justru terasa semakin hangat ketika sekitar 100 warga Minangkabau perantauan di Yogyakarta berkumpul dalam Malam Keakraban (Makrab) IKBMY, Jumat (4/9/2026).

Tawa, alunan musik, dan santap bersama mewarnai pertemuan keluarga besar Ikatan Keluarga Besar Minang Yogyakarta (IKBMY) yang dipusatkan di kawasan wisata Bukit Lintang Sewu, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Bagi para perantau, malam itu bukan sekadar kegiatan berkumpul. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk melepas kerinduan terhadap suasana kampung halaman sekaligus mempererat hubungan sesama warga Minangkabau yang hidup dan beraktivitas di Yogyakarta.

makrab2

“Sedikitnya seratus orang ikut ambil bagian memeriahkan acara malam keakraban yang berlangsung di kawasan wisata malam ini,” kata Selfiandi, salah seorang peserta, melalui sambungan telepon.

Ketua Gonjong Limo Yogyakarta itu mengatakan, keakraban begitu terasa sepanjang kegiatan. Peserta yang datang dari sejumlah komunitas masyarakat Minang di Yogyakarta berbaur tanpa sekat.

Suasana semakin syahdu ketika malam semakin larut. Dari kawasan perbukitan tersebut, peserta dapat menikmati udara malam sekaligus panorama Yogyakarta yang dihiasi kerlap-kerlip lampu kota.

“Selain bintang di langit, dari tempat ini juga bisa dinikmati ‘bintang’ yang lain, yaitu kelap-kelip lampu Kota Jogjakarta,” ujar Selfiandi.

Di tengah panorama malam itu, warga Minang menikmati kebersamaan dengan mendendangkan musik dan makan bersama. Momen sederhana tersebut justru menjadi bagian penting dari Makrab, karena mempertemukan berbagai komunitas dalam satu suasana kekeluargaan.

Gonjong Limo sendiri merupakan paguyuban masyarakat perantau asal Luak Limopuluah, yang meliputi Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

makrab3

Kehadiran berbagai komunitas masyarakat Minang di Yogyakarta menunjukkan kehidupan di perantauan tidak lantas membuat ikatan kedaerahan dan budaya menjadi renggang.

Makrab IKBMY menjadi salah satu agenda silaturahmi yang mempertemukan perkumpulan organisasi Minang lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain mempererat tali persaudaraan, kegiatan ini juga menjadi ruang penyambutan bagi warga maupun mahasiswa baru asal Minangkabau yang mulai menapaki kehidupan di Yogyakarta.

Lebih dari sekadar temu kangen, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga adat dan budaya Ranah Minang agar tetap hidup di tengah masyarakat perantauan.

Di Bukit Lintang Sewu malam itu, persaudaraan terasa seperti menemukan rumahnya sendiri. Di bawah langit bertabur bintang dan ditemani gemerlap Yogyakarta dari kejauhan, para perantau Minang kembali menegaskan, sejauh apa pun kaki melangkah, rasa badunsanak tetap menjadi pengikat. (Ridar)

No More Posts Available.

No more pages to load.