NASIONALNEWS.id,BANYUMAS–Badan Pengelola Sarana Prasarana Air Minum (BP SPAM) Desa Baseh, Kedungbanteng, Banyumas, mengadakan musyawarah penting pada Selasa, 18 November 2025 malam, untuk mengatasi permasalahan pasokan air bersih dari Gunung Jenar.
Pertemuan ini melibatkan anggota paguyuban pengguna air dan pihak PT Dinar Batu Agung (DBA) beserta mitra pengelola tambang batu di wilayah tersebut.

Musyawarah yang digelar di gedung serba guna Kadus 1 Desa Baseh ini menyoroti keluhan warga terkait kondisi air yang keruh pasca-curah hujan tinggi.
Ketua BP SPAM sekaligus Kaur Desa Baseh, Sukirno, mengungkapkan bahwa 48 KK anggota Paguyuban Batur Makmur di Grumbul Karang Pelem dan 52 anggota di bawah Grumbul Baseh mengalami kendala pasokan air yang tidak lancar sejak adanya kegiatan tambang.
“Berbeda dengan kondisi sebelum adanya kegiatan penambangan. Pada tahun tahun 2019 kebutuhan air bersih termasuk lancar,” kata Sukirno
Sukirno juga mengatakan, Air bersih bukan hanya kebutuhan pokok, melainkan juga esensial untuk kegiatan ibadah warga. Dengan adanya solusi malam ini menjadi keberlangsungan bukan hanya mencukupi.
Direktur PT DBA, Siti Nur Faizah, menyambut baik undangan tersebut dan menyatakan kesiapan perusahaan untuk mencari solusi.
“PT DBA, bersama mitra pabrik batu granit Novi dan Prio Utomo, berkomitmen mengembalikan sumber air yang terganggu akibat kegiatan penambangan,” Ujar Nur Faiza
“Salah satu langkah kami yang disepakati adalah pembangunan bak penampungan air yang memadai,” ucap Novi
Sebelumnya, pihak Novi juga pernah menawarkan pembangunan bak baru, namun belum terealisasi.
Dalam pertemuan ini, mencuat pula usulan agar pengelolaan air bersih di Grumbul Karang Pelem dialihkan ke BUMDes. Namun, Rakum, salah satu peserta, berpendapat bahwa paguyuban di Karang Pelem berharap tetap memanfaatkan sumber dari Gunung Jenar.
Anggota paguyuban lainnya, Sofyan, keberatan dengan pengalihan ke Pamsimas yang dikelola BUMDes karena alasan biaya yang lebih mahal.
“Kami merasa keberatan untuk masuk ke pengelolaan Pamsimas oleh BUMDes karena berbayar mahal.
Musyawarah ini menunjukkan upaya kolaboratif antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak swasta untuk mencari solusi terbaik demi ketersediaan air bersih bagi warga dengan pembuatan bak penampungan yang seyogyanya dapat kembali memenuhi kebutuhan air bersih.
Aiptu Iwan Kurnia selaku bhabinkamtibmas Polsek Kedungbanteng mengingatkan.
“Adanya musyawarah ini diharapkan ada notulensi supaya bisa disampaikan kepada warga yang tidak menghadiri musyawarah ini,” ujar Iwan
“Salah satu point penting dalam musyawarah sebanyak 52 pengguna akan dimigrasi ke Pamsimas yang dikelola oleh Bumdes Desa Baseh,” tegas Sukirno
Ketua LSM Harimau DPC Banyumas, yang diundang oleh salah satu anggotanya mengatakan, hasil musyawarah ini harus terlaksana.
“Saya siap mengawal realisasi dari mufakat malam ini,” ujar Abdul Mujab atau yang kerap di sapa Gus Mujab.
IMAM S






