Stasiun Kutoarjo Layani 82 Perjalanan KA Jarak Jauh Tiap Hari

oleh -
oleh
img 20260509 wa0013

NASIONALNEWS.ID PURWOREJO – Stasiun Kutoarjo terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu stasiun besar dan strategis di jalur selatan Pulau Jawa. Stasiun ini menjadi simpul penting yang menghubungkan berbagai kota besar sekaligus pusat mobilitas masyarakat Purworejo dan wilayah sekitarnya.

 

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan Stasiun Kutoarjo berperan sebagai gerbang transportasi utama Kabupaten Purworejo. Berbagai kebutuhan perjalanan masyarakat, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga pariwisata, dilayani melalui stasiun tersebut.

 

“Lokasinya yang strategis menjadikan stasiun ini sebagai pilihan utama masyarakat dalam mengakses layanan transportasi kereta api,” kata As’ad.

 

Saat ini, Stasiun Kutoarjo melayani 82 perjalanan kereta api jarak jauh setiap hari. Layanan yang tersedia mencakup kelas ekonomi, eksekutif, hingga layanan premium seperti Suite Class Compartment dan Panoramic. Selain itu, stasiun ini juga melayani KA lokal Prambanan Ekspres (Prameks) relasi Yogyakarta–Kutoarjo pulang-pergi.

 

Dari Stasiun Kutoarjo, pelanggan dapat menikmati konektivitas langsung menuju kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, hingga Banyuwangi.

 

KAI juga menghadirkan pilihan perjalanan murah melalui skema Public Service Obligation (PSO) yang disubsidi pemerintah.

 

“Untuk perjalanan jarak jauh, KAI menghadirkan layanan kereta api dengan tarif terjangkau melalui skema PSO, tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kenyamanan,” ujar As’ad.

 

Ia menyebut masyarakat dapat menuju Jakarta menggunakan KA Bengawan dengan tarif mulai Rp70.000 hingga Rp74.000. Sementara rute ke Bandung dapat menggunakan KA Kutojaya Selatan dengan tarif Rp58.000 hingga Rp62.000. Selain itu, KA Kahuripan dengan tarif Rp80.000 hingga Rp84.000 juga melayani perjalanan lintas provinsi hingga Kediri dan Blitar di Jawa Timur.

 

Menurut As’ad, tarif terjangkau tersebut merupakan hasil subsidi PSO yang disalurkan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan dioperasikan oleh KAI.

 

Selain mobilitas, Stasiun Kutoarjo juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata. Akses menuju destinasi seperti Candi Borobudur, kawasan pantai selatan Purworejo, hingga wilayah barat Yogyakarta semakin mudah karena tersedia transportasi lanjutan seperti bus, angkutan umum, transportasi online, dan shuttle wisata.

 

Dari sisi fasilitas, stasiun ini terus dikembangkan dengan menghadirkan ruang tunggu nyaman, layanan face recognition untuk boarding, aksesibilitas disabilitas, charging corner, hingga tenant dan UMKM.

 

Kinerja volume penumpang pun menunjukkan tren positif. Rata-rata penumpang berangkat dan datang per bulan pada 2023 tercatat 77.117 penumpang, meningkat menjadi 92.354 pada 2024, kemudian 97.408 pada 2025, dan hingga April 2026 mencapai 116.672 penumpang.

 

As’ad menegaskan KAI akan terus meningkatkan layanan dan fasilitas Stasiun Kutoarjo untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.

 

“KAI Daop 5 Purwokerto berharap keberadaan Stasiun Kutoarjo dapat terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus menjadi penggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Purworejo dan sekitarnya,” tutupnya.

 

(Widhiantoro)

No More Posts Available.

No more pages to load.