NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Oprit pengerjaan gorong-gorong saluran air, ditimbun pakai puing dan sudah sebulan dibiarkan di Jalan Padasuka di Keluranhan Pabuaran Tumpeng Kecamatan Karawaci. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang tidak mempunyai stok material agregat menunggu hasil lelang, yang harusnya oprit menggunakan urugan agregat yang dibuat sepadat mungkin untuk menghindari penurunan.
Ketika dikonfirmasi. Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan (Kabid OP) Dinas PUPR, Agus mengatakan, bahwa pengurugan menggunakan puing tersebut, bukan dilakukan oleh bidangnya tetapi oleh masyarakat Pabuaran Tumpeng.
“Pengerjaan saluran tersebut berdasarkan permintaan masyarakat, minta ditinggikan dan diperbesar agar tidak banjir, suratnya juga ada, memang itu tugas UPT namun karena bidang UPT tidak memiliki box culvert saluran air, maka kami yang mengerjakan dan yang mengurug jalan bukan kami, setelah saya tanyakan ke lurah yang mengurug adalah masyarakat,” jelas Agus.
Agus menerangkan, telah terjadi penambahan ketinggian jalan setelah dipasang box culvert sekitar 50 Centimeter dan perlu ditimbun agregat untuk urugan serta membuat opritan agar bisa dilalui pengguna jalan.
“itukan ada pembesaran box culvert maka perlu dilakukan peninggian,” jelasnya.
Tidak langsung dipasangnya agregat untuk opritan, Agus beralasan karena tidak adanya stok bahan material menunggu hasil lelang dengan pelaksanaan lelang kontrak payung, sehingga tidak langsung dipasang agregat. Pengerjaan tersebut, telah selesai satu bulan yang lalu menggunakan anggaran pemeliharaan PUPR dan pengerjaan opritan tersebut menunggu hasil kontrak lelang.
“Pengerjaan itukan ada tahapannya, untuk tahapan pertama pengerjaan saluran dulu, setelah itu pengerjaan opritan dan Hot mix, saat ini menunggu hasil lelang, nanti juga puingnya kami angkat di ganti makadam,” tutupnya. (Yuyu)






