Ada Gap antara Kompetensi Naker dan Kebutuhan Pasar, Kemnaker: Banyak Loker tapi Kualifikasi Belum Tersambung

oleh -
img 20260408 wa0071

NASIONALNEWS.ID, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan pemerintah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di luar negeri.

Langkah ini dilakukan dengan memberikan informasi lowongan kerja (loker) dan pelatihan sesuai kebutuhan pasar.

“Indonesia tak bisa hanya menunggu masalah terjadi. Kita harus bergerak cepat agar pasar kerja tetap stabil. Kemnaker menyiapkan sistem peringatan dini PHK, dialog bersama perusahaan dan pekerja, serta akselerasi program pelatihan dan peningkatan keterampilan,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli.

Pernyataan ini disampaikannya saat membuka ‘Forum Jejaring Kemitraan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri bersama Kamar Dagang Amerika’ di Indonesia (American Chamber of Commerce in Indonesia/AmCham) dan Firma Hukum SSEK di Jakarta pada Selasa (7/4/2026).

Penguatan ketenagakerjaan nasional hanya bisa berjalan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja.

Kemnaker menilai kesenjangan terjadi antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Banyak loker tersedia, tetapi informasi dan kualifikasi yang dibutuhkan belum tersambung dengan pencari kerja.

Jadi, perusahaan diminta melaporkan kebutuhan tenaga kerja melalui platform KarirHub SIAPKerja, sehingga rekrutmen lebih transparan dan mudah diakses masyarakat.

Hal lainnya adalah pelatihan vokasi yang sesuai kebutuhan industri.

AmCham diajak terlibat langsung dalam pengembangan keterampilan bagi pekerja low-medium skill, agar lulusan pelatihan siap memasuki dunia kerja.

“Selain menyiapkan peluang kerja, kita juga mendorong akses setara bagi penyandang disabilitas. Dunia kerja yang sehat bukan hanya soal pertumbuhan, tapi juga soal kesempatan yang adil untuk semua,” ucapnya.

Perkembangan teknologi, ujar Yassierli, termasuk artificial intelligence/AI (kecerdasan buatan), akan mengubah dunia kerja secara masif.

Kemnaker siap memfasilitasi kebutuhan perusahaan terkait tenaga kerja agar pasar kerja lebih adaptif, inklusif, dan mampu menjawab perubahan.

“Semua tantangan ini harus kita hadapi bersama demi stabilitas pasar kerja nasional,” tuturnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.