Kemnaker Nilai Kompetisi Teknisi Perangkat Digital Perluas Kesempatan Kerja

oleh -
img 20260420 wa0321

NASIONALNEWS.ID, Jambi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai kompetisi teknisi perangkat digital tidak hanya ajang adu kemampuan.

Namun, ini sarana memperluas kesempatan kerja di sektor perbaikan perangkat digital.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor mengatakan kompetisi di bidang teknisi perangkat digital memiliki potensi besar untuk memperluas kesempatan kerja dan memperkuat ekonomi berbasis keterampilan.

“Banyak teknisi yang kini bekerja secara mandiri maupun di berbagai sektor industri digital, sehingga turut membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi berbasis keterampilan atau skill-based economy,” katanya.

Pernyataan ini disampaikannya saat meninjau ‘Kompetisi Asosiasi Teknisi Perangkat Jaringan (ATPJ) CPU iPhone 2026’ di Jambi pada Ahad  (19/4/2026).

Afriansyah Noor mengatakan komunitas ATPJ sebagai mitra pemerintah dalam menjangkau talenta-talenta teknisi yang belum tersentuh sistem pelatihan formal.

Kompetisi ini sebagai upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), memperluas kesempatan kerja, dan mendukung hilirisasi industri berbasis teknologi.

“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari upaya bersama untuk menjawab tantangan strategis bangsa,” ucapnya.

“Fokus pembangunan saat ini adalah memperkuat SDM, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mendorong hilirisasi dan industrialisasi.”

Kompetisi ATPJ, ucap Afriansyah Noor, menjadi sarana untuk mendorong standarisasi keterampilan teknisi melalui praktik langsung, benchmarking kemampuan, dan penguatan profesionalisme di bidang teknisi perangkat digital.

“Apresiasi kepada ATPJ dan seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam pengembangan SDM Indonesia,” ucapnya.

“Saya mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan sistem pelatihan nasional serta sertifikasi kompetensi agar kemampuan para teknisi diakui secara nasional maupun internasional.”

Upskilling dan reskilling dibutuhkan saat perkembangan teknologi yang sangat cepat.

“Kepada para peserta, ikuti kompetisi ini dengan semangat dan junjung tinggi sportivitas. Jadikan momentum ini untuk membuktikan bahwa teknisi Indonesia mampu bersaing dan unggul,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.