Ormas Islam Bisa Bangun Gedung Terpadu, Prabowo Sediakan Lahan Seluas 4 Ribu Meter di Sekitar Hotel Indonesia

oleh -
1770442342 6986ce66e7e97

NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia (RI) menyiapkan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi (m2) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat bagi badan umat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

Lahan ini bisa dipakai mereka untuk membangun gedung terpadu.

“Ini adalah permintaan dari Menteri Agama dan jajarannya agar institusi Islam dapat difasilitasi. Selain itu juga merupakan lambang nyata bersatunya ulama dan umara (pemerintah),” kata Presiden RI, Prabowo Subianto.

Hal ini diutarakannya saat menyampaikan taklimat dalam acara Istighosah kubro dan pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengusulkan kepada pemerintah memberikan perhatian lebih bagi institusi Islam.

Jadi, institusi ini memiliki fasilitas yang representatif di pusat ibu kota sebagai simbol kehadiran negara bagi umat.

Prabowo Subianto melanjutkan kolaborasi ini sangat krusial, karena stabilitas bangsa selama ini turut dijaga oleh para ulama.

Mereka konsisten menyebarkan kesejukan dan nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat.

“Masjid Istiqlal bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kebesaran dan kedaulatan bangsa Indonesia. Menurutnya, masjid ini adalah lambang semangat bangsa yang ingin berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) dan sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia,” tuturnya.

“Masjid Istiqlal juga mencerminkan komitmen negara dalam melindungi segenap tumpah darah Indonesia melalui nilai-nilai religiusitas.”

​Prabowo Subianto mengutip pesan Al-Qur’an, Surah Ar-Ra’d ayat 11.

“Dalam Al-qur’an, Allah mengatakan bahwa  Ia tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya,” ucapnya.

“Jadi kita harus bertekad melakukan perubahan dan memberantas kemiskinan.”

Pesan ini menjadi pemantik semangat pemerintah dan seluruh masyarakat untuk berani bertekad menghilangkan kemiskinan.

Selain itu memberantas praktik korupsi yang selama ini menghambat kemajuan bangsa.

“Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam. Namun, tantangan terbesarnya adalah kemampuan kolektif bangsa dalam menjaga dan mengelola kekayaan tersebut secara adil dan transparan,” tuturnya.

Dengan begitu persatuan antara pemerintah, ulama, dan rakyat sangat diperlukan.

“Kolaborasi antara Ulama, Umara, dan rakyat menjadi salah satu cara untuk memastikan kekayaan negara dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,”  tuturnya.

Sementara itu MUI berkomitmen memperkuat dukungan kepada pemerintah dalam setiap langkah menuju kesejahteraan umum.

Organisasi ini memawadahi umat, MUI siap mengambil peran sebagai mitra kritis sekaligus kolaborator strategis bagi kebijakan pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, MUI menyalurkan bantuan rehabilitasi untuk masjid serta 500 rumah marbot dan guru ngaji yang menjadi penyintas bencana di wilayah Sumatra.

Pada sisi lain dilakulam peresmian pembentukan Moslem Disaster Rescue (MDR) MUI.

MDR MUI merupakan tim tanggap darurat yang dipersiapkan secara khusus untuk hadir dan membantu masyarakat secara cepat setiap kali terjadi bencana atau kesulitan nasional.

Pengurus MUI periode selanjutnya diharapkan mampu meneruskan estafet perjuangan dalam menjaga persatuan Indonesia.

Dengan sinergi yang harmonis di jantung kota diharapkan pesan-pesan moderasi beragama dan semangat gotong royong dapat terus terpancar ke seluruh penjuru Tanah Air.

No More Posts Available.

No more pages to load.