Bandara Juanda Beroperasi Aman dan Terkendali, Kemenhub Pastikan Keselamatan Penerbangan

oleh -
img 20260109 wa0443

NASIONALNEWS.ID, Surabaya – Bandar Udara (Bandara) Internasional Juanda, Surabaya, tetap beroperasi secara aman dan terkendali pasca kejadian cuaca buruk berupa angin puting beliung yang terjadi pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 14.10 WIB.

Seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat melakukan pengamanan, pemeriksaan, dan pemulihan untuk memastikan keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubud Kemenhub), Lukman F. Laisa mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut berdampak sementara terhadap operasional penerbangan berupa holding kedatangan dan keberangkatan, serta pengalihan (divert) sejumlah pesawat ke bandar udara alternatif.

“Seluruh langkah mitigasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama,” katanya.

Sejumlah penerbangan dari dan menuju Surabaya tercatat mengalami holding, antara lain penerbangan Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air.

Selain itu beberapa penerbangan dari Balikpapan, Makassar, dan Jakarta dialihkan ke Bandara Ahmad Yani di Semarang.

Hal ini akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pendaratan di Bandara Juanda.

Tidak terdapat laporan kerusakan pesawat dari seluruh maskapai yang terdampak.

Pada sisi udara, angin kencang menyebabkan beberapa peralatan ground support equipment, khususnya tangga penumpang di area apron, mengalami pergeseran dan roboh.

Seluruh kejadian telah ditangani dan tidak berdampak pada pesawat.

Hasil pemeriksaan memastikan runway dan apron bersih dari foreign object debris (FOD), fasilitas navigasi penerbangan dilaporkan tidak ada yang rusak dan beroperasi normal serta perimeter bandara tetap terjaga.

Di area Terminal 1, terdapat pohon tumbang dan rambu yang roboh di akses jalan masuk sisi utara.

Jadi, arus kendaraan sempat dialihkan dan kini telah kembali normal.

Beberapa kendaraan dilaporkan tertimpa pohon di area parkir, tapi kondisi di dalam gedung terminal tetap kondusif.

Proses pemulihan dilakukan dengan dukungan Lanudal Juanda, BPBD, dan unsur internal pengelola bandara.

Sementara itu Terminal 2 tidak mengalami dampak signifikan.

Operasional terminal dan arus lalu lintas kendaraan berjalan lancar dan kondisi di dalam gedung tetap aman dan terkendali.

Menyoal pelayanan penumpang, sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan akibat cuaca buruk seperti penerbangan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Nam Air, dan Xiamen Airlines.

Maskapai dan pengelola bandara telah menerapkan delay management sesuai ketentuan melalui pembaruan informasi jadwal pada Flight Information Display System (FIDS), penyampaian pengumuman kepada penumpang, serta pemberian kompensasi.

“Kami memastikan maskapai dan pengelola bandara melaksanakan penanganan keterlambatan penerbangan secara transparan dan sesuai ketentuan, termasuk penyampaian informasi yang jelas kepada penumpang,” ujar Lukman F. Laisa.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Hubud Kemenhub terus memperkuat pengawasan serta koordinasi lintas sektor dan pemangku kepentingan guna memastikan operasional Bandara Juanda berjalan sesuai standar keselamatan.

Selanjutnya, keamanan, dan pelayanan penerbangan, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengguna jasa atas pengertian dan kerja sama selama penanganan dampak cuaca buruk.

No More Posts Available.

No more pages to load.