NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjamin kelangsungan proses belajar mengajar bagi peserta didik yang sekolahnya terdampak banjir di sejumlah wilayah.
Keselamatan siswa dan keberlanjutan pembelajaran tetap menjadi prioritas utama.
“Kami memahami bahwa situasi ini tidak diinginkan. Karena setiap daerah memiliki kondisi unik, pelaksanaan pembelajaran dan ujian akhir semester kami serahkan kepada dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota yang lebih memahami situasi lapangan,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Pernyataan ini disampaikannya dalam kunjungan lapangan ke beberapa sekolah terdampak.
Kondisi di tiap wilayah berbeda-beda, sehingga kebijakan pembelajaran darurat sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah (pemda)
Ketika mengimplementasikan pembelajaran darurat, maka kombinasi luring, daring, dan tenda sekolah dapat diterapkan.
Kemendikdasmen telah menyiapkan langkah darurat, termasuk penyesuaian jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM) dan penyediaan tenda kelas.
Di beberapa sekolah, seperti SMA Negeri 1 Batang, dari 21 ruang kelas, 15 masih dapat digunakan siswa.
Untuk kondisi ini, sekolah diarahkan mengatur pembelajaran secara bergiliran antara sesi pagi dan siang.
Untuk sekolah dengan kerusakan berat, pemerintah telah menyiapkan 25 tenda darurat yang akan didistribusikan ke wilayah terdampak.
Selain itu pembelajaran daring diterapkan sebagai alternatif, sedangkan beberapa sekolah terpaksa meliburkan siswa untuk sementara demi keselamatan.
Pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) diserahkan kewenangannya ke daerah.
“Tidak ada arahan penundaan yang seragam. Dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota memiliki kewenangan penuh karena mereka paling memahami kesiapan sekolah dan kondisi warga belajar,” ucapnya.
Bantuan perbaikan sekolah telah disiapkan untuk menangani kerusakan fasilitas pendidikan.
Kemendikdasmen menyiapkan bantuan tahap awal sebesar Rp10 juta sampai 25 juta rupiah per sekolah.
Hal ini disesuaikan dengan tingkat kerusakan.
Data terperinci mengenai kerusakan sedang dikumpulkan bersama dinas pendidikan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Kemendikdasmen di daerah sebagai dasar prioritas rehabilitasi pada tahun anggaran 2026.
Seluruh dukungan, termasuk Bantuan Operasional Tanggap Darurat senilai Rp6,4 miliar.
Kemudian, santunan bagi murid dan guru yang meninggal dan dirawat senilai 293 juta, 10.000 paket perlengkapan sekolah.
Hal lainnya adalah 74 buah tenda sekolah darurat dan akan terus bertambah seiring penyaluran bantuan berikutnya.
Upaya ini dilakukan agar proses pemulihan berjalan cepat serta memastikan hak atas pendidikan anak tetap terpenuhi.






