Harga Plastik Naik, Kemendag: Akan Atasi dengan Sinergi Lintas K/L

oleh -
img 20260423 wa0264

NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) berpendapat kenaikan harga kemasan plastik sebagai dampak perang Iran dan Amerika Serikat (AS) dapat diatasi dengan sinergi lintas kementerian dan lembaga (K/L).

“Faktor kenaikan harga ini adalah bahan baku utama biji plastik berupa nafta banyak dipasok dari kawasan Timur Tengah,” kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti.

Pernyataan ini disampaikannya dalam ‘Kemendag dan TikTok Shop’ menyelenggarakan kegiatan ‘Waktunya Start’ #Jualan Nyaman Special Kartini’ di Ruang Auditorium Kemendag, Jakarta pada Rabu (22/4/2026).

Kondisi global berakibat pengapalan menjadi lebih panjang dan kompetisi antarnegara untuk memperoleh bahan tersebut semakin ketat.

“Salah satu hal yang membuat plastik itu menjadi lebih mahal itu dikarenakan ada bahan yang terkandung di dalamnya, misalnya nafta, ya, yang dibutuhkan,” ucapnya.

Dyah Roro Esti mengutarakan pemerintah juga terus mencari berbagai alternatif negara pemasok bahan baku plastik.

Langkah ini untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri di tengah tekanan rantai pasok global.

“Kita berupaya untuk sourcing dari beberapa wilayah. Pak Menteri (Perdagangan, Budi Santoso) sudah memberikan statement (terkait) dari wilayah mana saja untuk kemudian bahan baku nafta bisa terpenuhi sehingga plastik harganya semakin stabil. Jadi mudah-mudahan itu berdampak secara positif,” ujarnya.

Kemendag mendorong alternatif lainnya untuk menjadi subtitusi dari kemasan plastik.

Sementara itu harga komoditas lain seperti energi juga naik akibat gejolak geopolitik dunia.

Kondisi ini berpengaruh bagi berbagai sektor perekonomian masyarakat.

“Pemerintah terus berupaya agar dampak dari tantangan ini tidak terlalu signifikan melalui berbagai kebijakan dan solusi yang terus dipertimbangkan,” tuturnya.

“Kita tahu bahwa untuk menyikapi hal ini, BBM subsidi juga tidak terganggu.”

Kemendag bisa menyediakan solusi-solusi terbaik untuk negara.

“Mudah-mudahan ini bisa menghadirkan solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.