Target ILASPP Telah Ditetapkan Kementerian ATR/BPN, Sekjen: Harus Dijaga Akuntabilitas dan Kualitas

oleh -
img 20260421 wa0847

NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengatakan kunci kesuksesan Implementation Support Mission dalam rangka Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) bergantung pada kolaborasi aktif seluruh pihak terlibat, seperti Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Ibu dan Bapak sekalian, kami minta partisipasi yang aktif dari setiap satker (satuan kerja) Ibu dan Bapak sekalian, terkait untuk kita berkomunikasi kita berdiskusi secara intensif agar kendala-kendala yang ada dalam pelaksanaan ILASPP ini bisa diatasi,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan.

Pernyataan ini disampaikannya saat membuka kegiatan Kick Off ILASPP di Kementerian ATR/BPN, Jakarta pada Selasa (21/04/2026).

ILASPP akan berlangsung pada 20-28 April 2026 yang menjadi instrumen untuk meninjau progres implementasi proyek secara menyeluruh.

Selain itu mengidentifikasi isu dan tantangan strategis, dan menyepakati langkah percepatan pelaksanaan.

Cakupannya, aspek pengadaan, pengelolaan keuangan, hingga implementasi teknis di setiap komponen.

ILASPP dirancang untuk berjalan selama lima tahun, yakni 2025-2029.

Proyek ini memperoleh dukungan pendanaan dari World Bank.

Dalu Agung Darmawan meneruskan sejumlah target fisik ILASPP pada 2026 telah ditetapkan kementerian tersebut.

Namun, pelaksanaannya masih perlu percepatan. Proyek ini menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijaga akuntabilitas dan standar kualitasnya.

“Besar harapan kami kegiatan ILASPP tidak hanya memiliki manfaat yang nyata, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memperkuat pengelolaan pertanahan, pengelolaan tata ruang yang ada di republik ini,” ujar Dalu Agung Darmawan.

Perwakilan World Bank, Senior Land Administration Specialist sekaligus Task Team Leader ILASPP, Willem van der Muur, mengapresiasi capaian seluruh satker lintas kementerian/lembaga yang terlibat.

ILASPP menjadi salah satu proyek dengan kinerja terbaik dalam portofolio Bank Dunia di Indonesia.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada tim pelaksana serta lembaga swadaya masyarkat (LSM) yang telah berperan aktif dalam proses ini,” ujarnya.

Willem Van Der Muur menyoroti sejumlah tantangan ILASPP yang perlu dibahas mendalam.

Diskusi yang terbuka akan membantu perbaikan pelaksanaan ke depan.

“Untuk menjaga momentum anggaran dan pelaksanaan secara keseluruhan, kami berharap proses ini dapat segera diselesaikan dan World Bank selalu siap membantu,” tuturnya.

Kick Off ILASPP juga dihadiri Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) Virgo Eresta Jaya.

Kemudian, Pelaksana Tugas (Plt). Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama sekaligus Direktur Unit Manajemen ILASPP, Andi Tenri Abeng, beserta jajaran.

Hadir mewakili kementerian/lembaga terkait, Direktur Tata Ruang, Perkotaan, Pertanahan dan Penanggulangan Bencana dari Bappenas, Dody Virgo Sinaga.

Berikutnya, jajaran dari BIG, Kemendagri, Kementerian Keuangan secara luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring).

No More Posts Available.

No more pages to load.