Susun Indikator Bersama, Kemendagri Berharap Bisa Pertumbuhan Ekonomi

oleh -
img 20260228 wa0344

NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengatakan penyusunan indikator bersama dinilai penting dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, serta memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.

“Saya berharap terbangun komitmen bersama lintas kementerian/lembaga untuk menghadirkan kebijakan berbasis data yang terukur dan berkelanjutan,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri), Tomsi Tohir.

Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penurunan Kemiskinan, Pengangguran, Pengelolaan Lingkungan yang ASRI, dan Penguatan Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintahan.

Forum tersebut berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta pada Jumat (27/2/2026).

“Langkah ini diyakini dapat membuat upaya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran lebih efektif serta berdampak nyata bagi masyarakat.”

Rakor ini diharapkan bisa membangun komitmen bersama lintas kementerian/lembaga untuk menghadirkan kebijakan berbasis data yang terukur dan berkelanjutan.

Hal itu diyakini dapat membuat upaya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran lebih efektif serta berdampak nyata bagi masyarakat.

“Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memastikan ketersediaan data dasar di setiap kabupaten/kota,” tuturnya.

Selanjutnya, seluruh pihak perlu menyamakan persepsi terhadap indikator yang digunakan sebelum melakukan pembahasan lebih lanjut, sebagaimana mekanisme pengendalian inflasi yang rutin dilakukan.

“Persepsi kita [perlu] sama, baru kita mencoba untuk mengurai [masalah],” ucapnya.

Tomsi Tohir mengusulkan agar rakor terkait pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, dan pengangguran dapat dilaksanakan secara berkala, minimal satu kali dalam sebulan.

Jadi, perkembangan di setiap daerah dapat terukur dan dievaluasi secara konsisten dari waktu ke waktu.

“Mudah-mudahan pertemuan sore hari ini kita membawa suatu keberkahan, dan tindak lanjutnya kita bisa konsisten setiap bulan, [Rakor] seperti [menangani] masalah inflasi,” ujarnya.

Tomsi Tohir juga berharap dukungan penuh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam penyediaan dan penguatan data.

Dia meminta kontribusi dari jajaran BPS agar data yang digunakan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tentunya, kalau untuk data ini, kami mohon dari Pak Waka BPS nantinya, yang tentunya banyak sekali untuk memberikan kontribusi terhadap data-data tersebut,” ucapnya.

Kehadiran para peserta diapresiasi dan diharapkan dalam pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi yang produktif.

“Sore hari ini, kita harapkan, sambil menunggu berbuka, ada hal-hal yang mungkin bisa kita sharing bersama,” ucapnya.

Rakor ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi.

Kemudian, Sekjen Kementerian Sosial (Kemensos) Robben Rico, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri Sang Made Mahendra Jaya, serta Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kemendagri Muhamad Valiandra.

No More Posts Available.

No more pages to load.