NASIONALNEWS.ID PRINGSEWU – NASIONALNEWS.ID PRINGSEWU – Pekon Sri Rahyu bangun gorong-gorong anggaran Rp9.401.000,- pembangunannya janggal hanya diuruk dengan tanah liat tidak sesuai spek. Baru selesai sudah rusak Pembagunan gorong-gorong di Jalan SMPN 2 RT 04 RW 01 yang dikerjakan swakelola Pekon Sri Rahayu bersumber dari dana desa anggaran tahun 2025.
Kepala Sekolah SMPN 2 Sri Rahayu, Suripto mengeluhkan pembangunan gorong gorong di Jalan Pendidikan SMPN 2 RT 04 RW 01 Pekon Sri Rahayu, Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu yang dibangun asal jadi baru seumur jagung sudah ambles.
“Sebelum pembangunan gorong gorong mulai dikerjakan, memang sudah saya sarankan untuk pelaksananya, agar gorong-gorong yang sudah rusak agar diperbaiki digali semua dan dibangun kembali, akan tetapi ini malah gorong gorong lama hanya diuruk dengan tanah lempung, tentunya tidak akan bertahan lama karena tanah lempung, terkena air dia akan habis akhirnya gorong-gorong lama jebol kembali,” keluh Suripto kepada NASIONALNEWS.id di lokasi Jalan Pendidikan SMPN 2 Sri Rahayu, Kecamatan Banyumas Pringsewu, Selasa (15/7/2025).
Menurutnya, pembangunan itu mubazir dan akan membahayakan pengguna jalan, harapan saya kepada pemerintah desah agar kedepannya agar merancang pembangunannya lebih teliti agar anggaran yang digunakan bisa bermanfaat untuk masyarakat.
“Saya tidak menyalahkan pembangunannya, pembangunan gorong gorongnya bagus yang saya salahkan kenapa membangun kembali gorong gorong di sebelahnya, akhirnya gorong gorong lama jebol kembali, sedangkan ini jalan pendidikan yang seharusnya pemerintah pekon membangun jalan semaksimal mungkin, ini malah sebaliknya terkesan asal jadi,” ungkapnya.
Ketika dikonfirmasi di kantornya, Kepala Pekon Sri Rahayu, Suryono mengakui akan bertanggung jawab sebagai kepala pekon dan akan memperbaikinya.
“Akan saya perbaiki kembali dalam waktu dekat ini dengan menggunakan anggaran saya pribadi, karena jalan tersebut adalah tanggung jawab saya selaku Kepala Pekon Sri Rahayu Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu,” janjinya.
Suryono menjelaskan, bahwa gorong-gorong yang rusak dibangun Dinas Cipta Karya tahun 2022, kemudian pihaknya berinisiatif memperbaiki.
“Mengenai gorong-gorong yang rusak itu, pembangunan dari cipta karya kalau tidak salah tahun 2022, bukan bangunan dari dana desa, maka dari itu desa berinisiatf untuk membangun kembali gorong gorong di sebelahnya,” pungkasnya. ucapnya. (Yongki)







