Perang HALINAR Digencarkan, Rutan Banyumas Libatkan TNI-Polri

oleh -
oleh
img 20260509 wa0006

NASIONALNEWS.ID BANYUMAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas menggencarkan perang terhadap tiga ancaman serius di lingkungan pemasyarakatan, yakni handphone ilegal, narkoba, dan penipuan (HALINAR). Komitmen itu ditegaskan melalui dua langkah konkret sekaligus pada Jumat (8/5/2026), berupa ikrar bersama aparat penegak hukum dan tes urine mendadak terhadap petugas serta warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Hasil tes urine menunjukkan seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.

Apel pagi yang digelar di halaman Rutan Banyumas tidak hanya diikuti pegawai dan CPNS, namun juga melibatkan unsur Koramil 07 Banyumas, Polsek Banyumas, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas. Pelibatan lintas institusi ini menjadi simbol penguatan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.

Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan bahwa pembacaan ikrar bukan sekadar formalitas. Ia menilai ikrar merupakan bentuk peringatan sekaligus penegasan sikap institusi terhadap segala bentuk pelanggaran.

“Ikrar ini adalah pengingat sekaligus penegasan. Tidak ada ruang bagi pelanggaran dan penyimpangan di dalam Rutan. Seluruh petugas wajib menjaga integritas dan melaksanakan pengawasan secara optimal,” tegas Anggi.

Ia menyebutkan, komitmen Zero HALINAR tidak berhenti pada deklarasi. Sejumlah langkah penguatan pengawasan telah disiapkan, di antaranya peningkatan frekuensi kontrol keamanan rutin, pengawasan ketat terhadap profesionalisme pegawai, serta penguatan kerja sama dengan TNI dan Polri dalam pemberantasan barang terlarang.

Masih di hari yang sama, Rutan Banyumas menggandeng BNNK Banyumas menggelar tes urine secara acak. Sejumlah petugas dan WBP dipilih tanpa pemberitahuan untuk menjalani pemeriksaan.

Hasilnya dinyatakan bersih, seluruh peserta negatif dari penyalahgunaan narkotika maupun zat terlarang lainnya.

Anggi menegaskan kegiatan tes urine akan terus dilakukan sebagai bagian dari pengawasan dan deteksi dini.

“Rutan Banyumas berkomitmen penuh untuk zero narkoba. Tes urine ini menjadi salah satu bentuk pengawasan dan deteksi dini yang kami lakukan secara konsisten. Tidak ada ruang bagi narkoba. Tidak ada kata lain untuk narkoba selain perang dan pemberantasan,” katanya.

Perwakilan BNNK Banyumas, Santosa, mengapresiasi langkah tegas Rutan Banyumas yang dinilai menunjukkan keseriusan menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap steril dari narkoba.

“Kami mengapresiasi komitmen Rutan Banyumas. Hasil negatif ini menunjukkan adanya keseriusan seluruh jajaran dalam menjaga lingkungan rutan tetap bersih dari narkoba. Sinergi seperti ini sangat penting untuk terus dijaga,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari warga binaan. Salah satu WBP berinisial A (25) mengaku kegiatan tersebut berdampak positif bagi suasana pembinaan di dalam rutan. Ia menilai lingkungan yang bersih dari narkoba membuat WBP lebih nyaman dan lebih fokus mengikuti program pembinaan.

“Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara rutin. Dengan kondisi yang bersih dan tertib, kami bisa lebih fokus memperbaiki diri agar kembali ke masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Dengan deklarasi Zero HALINAR dan pengawasan yang diperketat, Rutan Banyumas menegaskan arah kebijakan pemasyarakatan yang lebih tegas, modern, dan akuntabel, sekaligus memperkuat marwah institusi sebagai garda terdepan pembinaan warga binaan.

(Widhiantoro)

No More Posts Available.

No more pages to load.