Ribuan Massa Gelar Aksi Damai di Unsoed, Desak Pengusutan Dugaan Kekerasan Mahasiswa

oleh -
oleh
img 20260429 wa0006

NASIONALNEWS.ID PURWOKERTO-Aliansi Masyarakat Banyumas Peduli Kampus Aman menggelar aksi damai sebagai bentuk protes atas dugaan kekerasan dan intimidasi terhadap seorang mahasiswa. Aksi berlangsung tertib di kawasan patung kuda Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Selasa (28/4/2026), dan diikuti sekitar seribu peserta dari berbagai elemen masyarakat di Banyumas.

 

Koordinator aksi, Azam Prasojo Kadar, menyatakan kehadiran massa merupakan wujud solidaritas terhadap korban yang diduga mengalami perlakuan tidak adil.

 

“Kita datang karena ada kezaliman terhadap saudara kita, seorang mahasiswa yang diduga mengalami penganiayaan. Bahkan ada upaya untuk memaksa pengakuan atas sesuatu yang bukan menjadi urusan publik,” ujar Azam di sela aksi.

 

Azam menjelaskan, jadwal aksi sempat mengalami penyesuaian. Semula direncanakan pukul 13.00 WIB, namun diundur menjadi pukul 16.00 WIB sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan Presiden Prabowo ke Banyumas.

img 20260429 wa0005

“Dengan tajuk aksi damai, alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, tertib, dan semua peserta saling menjaga kondusivitas,” katanya.

 

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan agar dugaan kasus kekerasan dan intimidasi di lingkungan kampus ditangani secara cepat, tegas, dan transparan. Aliansi juga menyatakan akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional melalui audiensi dengan DPR RI.

 

“Kami tengah mengupayakan rapat dengar pendapat di Senayan agar persoalan ini mendapatkan perhatian serius dari perwakilan rakyat,” ucap Azam.

 

Sementara itu, perwakilan Tribhata Banyumas, Nanang Sugiri, menyebut aksi diikuti masyarakat lintas elemen yang datang atas dasar kepedulian kemanusiaan.

 

“Mereka datang bukan karena kepentingan tertentu, tapi karena panggilan nurani melihat adanya dugaan ketidakadilan,” ujarnya.

 

Nanang menyoroti dugaan intimidasi yang dilakukan oknum yang disebut memiliki posisi penting. Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan ketidakprofesionalan dan mencederai nilai kepemimpinan dalam dunia akademik.

 

“Lingkungan kampus adalah ruang intelektual, bukan tempat kekerasan atau intimidasi. Kami menilai tindakan seperti itu sangat tidak elok,” tegasnya.

 

Ia meminta oknum yang terlibat diproses hukum serta dijatuhi sanksi tegas, termasuk pemecatan, demi menjaga marwah institusi pendidikan.

 

Nanang juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik kampus yang memiliki nilai historis, termasuk semangat perjuangan Jenderal Sudirman sebagai simbol integritas.

 

“Jangan sampai kampus kebanggaan masyarakat Banyumas tercoreng oleh perilaku segelintir oknum. Kampus harus tetap menjadi tempat yang aman untuk belajar dan mencari ilmu,” katanya.

 

Aliansi turut mendesak Polresta Banyumas segera menindaklanjuti laporan serta memastikan proses hukum berjalan objektif dan transparan.

 

Aksi damai itu ditutup dengan seruan bersama menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, di lingkungan kampus serta mendorong terwujudnya ruang akademik yang aman dan berkeadilan.

 

(Widhiantoro)

No More Posts Available.

No more pages to load.