Tanpa Bantuan Pemerintah, MTs Al Falah Karang Tanjung Pandeglang Direnovasi Secara Swadaya

oleh -
img 20250713 wa0004

NASIONALNEWS.ID. PANDEGLANG – Sekolah swasta Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Falah Karang Tanjung yang berlokasi di Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, tengah melakukan renovasi gedung secara swadaya tanpa bantuan dari pemerintah. Renovasi ini dilakukan mengingat kondisi bangunan yang sudah berdiri sejak 1988 dinilai sangat memprihatinkan dan membahayakan aktivitas belajar mengajar.

Kepala Sekolah MTs Al Falah, Nana Nafiudin, menjelaskan bahwa upaya renovasi ini sepenuhnya didukung oleh pihak sekolah dan para wali murid. “Kami berinisiatif merenovasi secara swadaya karena kondisi bangunan yang rusak parah, mulai dari atap bocor hingga dinding yang lapuk. Kami tidak bisa menunggu terlalu lama karena ini menyangkut keselamatan siswa,” ungkap Nana, Sabtu (12/7/2025).

Ia mengungkapkan bahwa beberapa ruang kelas telah mengalami kerusakan berat, dan perbaikan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan dana yang berhasil dihimpun dari para wali murid dan simpatisan. “Kami sudah beberapa kali mengajukan proposal bantuan ke instansi terkait dan para donatur, namun belum ada tanggapan hingga kini,” tambahnya.

MTs Al Falah Karang Tanjung saat ini menampung ratusan siswa dari kelas tujuh hingga sembilan, meskipun dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang jauh dari kata layak.

Keprihatinan juga disampaikan oleh Guru Wali Kelas 7A, Neneng Hasanah. Ia menyebutkan bahwa kondisi ruang kelas sangat memprihatinkan, terutama saat musim hujan. “Atap bocor, plafon terancam ambruk, jendela rusak, dan dinding mulai retak. Ini berbahaya untuk siswa, namun belum ada respon dari pihak pemerintah,” ucap Neneng.
img 20250713 wa0007
Lebih lanjut, Neneng menuturkan bahwa kondisi ini sudah dilaporkan dan didokumentasikan secara resmi, namun belum membuahkan hasil. “Kami sudah menyerahkan proposal, tapi belum juga ada realisasi. Maka kami memilih bertindak sendiri, demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak kami dalam belajar,” katanya.

Pihak sekolah berharap agar pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera memberikan perhatian serius, tidak hanya dalam bentuk bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral. Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses renovasi yang mencakup kebutuhan mendasar seperti toilet, ruang guru, dan perpustakaan.

Renovasi swadaya ini menjadi potret nyata semangat gotong royong di tengah keterbatasan. Namun di sisi lain, ini juga menjadi cermin bagi pemerintah untuk lebih responsif terhadap kebutuhan pendidikan di daerah, khususnya di sekolah-sekolah swasta yang turut berperan mencerdaskan kehidupan bangsa.

( ARI )

No More Posts Available.

No more pages to load.