LS2LP Menduga Aparat Satpol PP dan Pemilik Cafe RM Main Mata

oleh -
Screenshot 20201012 093600 Whatsapp

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Dimasa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), RM kafe yang kemaren disegel aparat Gabungan Jumat (9/10/2020) dan sekarang masih beroperasi kembali artinya, diduga pihak aparat dan pelaku usaha ada main mata. Hal tersebut dikatakan Badar Subur ketua Lembaga Studi Sosial Lingkungan dan Perkotaan (LS2LP).

“Saya menduga ada permainan antara pemilik usaha dengan aparat terkait, khususnya Satpol PP. Karena menurutnya, dalam hal ini seakan-akan pemilik usaha melemparkan kotoran ke wajah penegak Perda,” kata Badar Subur saat dikonfirmasi melalui seluler,” Senin (12/10/2020).

Badar Subur juga menjelaskan, sekarang kan sudah jelas-jelas ditutup. Artinya sudah dilarang beroperasi pada masa PSBB ini. Tapi kenyataannya mereka masih beroperasi. Berarti mereka tidak menganggap segel yang ditempel oleh Satpol PP.

“Terus aparat kemana? Di wilayah kan ada Polsek dan Koramil, Contohlah wilayah Kecamataan Kebon Jeruk. Atau saya menduga ini ada permainan antara pemilik dengan aparat,” ujarnya.

Badar menegaskan, peristiwa ini akan menjadi preseden buruk jika Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini Gubernur Anies Baswedan tidak menindak tegas serta mengusut tuntas para jajarannya yang diduga bermain mata dengan pemilik usaha.

“Harus segera ditindak, kalau tidak bisa mecoreng kinerja Pemprov DKI, khususnya Gubernur Anies Baswedan,” tutupnya.

Sebelumnya Raja Murah Cafe & Bar (RM Cafe) yang berlokasi di Jalan Lingkar Luar Barat No. 3A, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Jum’at (9/10/2020) malam telah ditindak oleh aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri. Namun Minggu (11/10/2020) malam RM ironisnya masih bisa beroperasi.

( Peri Ryan )