NASIONALNEWS.id, JAKARTA – Maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan di sejumlah wilayah Jakarta belakangan ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Tidak hanya warga umum, para orang tua hingga wartawan yang kerap bekerja hingga larut malam mengaku waswas saat beraktivitas di jalanan Ibu Kota.
Sejumlah kasus pembegalan yang viral di media sosial membuat masyarakat merasa tidak aman, terutama ketika melintas di kawasan rawan pada malam hingga dini hari. Bahkan, Polda Metro Jaya sampai membentuk “Tim Pemburu Begal” untuk merespons meningkatnya keresahan warga akibat maraknya kriminalitas jalanan.
Salah seorang orang tua di Jakarta Barat, Ahmad (45), mengaku kini selalu khawatir ketika anaknya pulang malam sepulang sekolah maupun bekerja.
“Sekarang kalau anak pulang malam pasti saya tunggu sampai rumah. Takut ada begal atau tawuran di jalan,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Keresahan serupa juga dirasakan kalangan wartawan yang sering melakukan peliputan malam hari. Mereka menilai situasi keamanan di sejumlah titik Jakarta semakin mengkhawatirkan, khususnya di jalan-jalan sepi dengan penerangan minim.
“Wartawan sering pulang dini hari usai liputan. Kondisi sekarang bikin kami ekstra hati-hati karena aksi begal bisa terjadi kapan saja,” kata seorang jurnalis media online di Kantin Senayan Jakarta.
Berdasarkan keterangan Polda Metro Jaya, wilayah Bekasi, Depok, dan Tangerang menjadi daerah yang cukup rawan kejahatan jalanan akibat tingginya mobilitas masyarakat dan kelengahan korban yang dimanfaatkan pelaku. Polisi juga mengungkap telah menangani ratusan kasus kejahatan jalanan sepanjang 2026.
Selain itu, delapan hingga 16 pelaku begal berhasil diamankan dalam operasi Tim Pemburu Begal dalam beberapa hari terakhir. Penangkapan dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas maraknya aksi kriminal yang meresahkan masyarakat.
Masyarakat berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli rutin di titik-titik rawan serta memperkuat pengawasan malam hari agar warga merasa aman saat beraktivitas.
Di sisi lain, sejumlah warga meminta pemerintah daerah turut memperhatikan penerangan jalan umum dan keamanan lingkungan karena kondisi jalan gelap dinilai memicu terjadinya aksi kriminalitas.







