NASIONALNEWS.ID, JAYAPURA – Pembangunan infrastruktur jalan Swakarsa sontak menjadi perhatian dan tontonan warga. Pasalnya, Jalan sebanjang 2150 meter yang dikerjakan oleh PT Perisai Pribumi itu, di tengahnya berdiri tegak puluhan tiang listrik.
Fenomena tiang listrik berada dan berdiri di tengah jalan swakarsa kerom, Kabupaten Kerom, Papua sontak membuat banyak pihak ingin mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak terkait.
Kepala Dinas PU Kabuoaten Kerom, Yunus Ro Gedy mengatakan, pihaknya sedang berada di Jakarta dan tiang tersebut juga akan dipindahkan.
“Loh itukan akan di pindah, hanya saja dana dari PLN belum ada, sabar ya pak,” terang Yunus melalui pesan Whatsapp, Jumat (8/2/2109).
Yunus menambahkan, sekitar satu setengah tahun lalau, kejadian tersebut juga pernah terjadi di Waena. Sementara untuk kerom, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan PLN, hanya saja materialnya masih kosong.
“Sabar ya pak, lagi pula tidak mungkin tiang listrik berdiri begitu terus, Tong (kami) bukan orang bodoh kawan,” terangnya.
Sementara, General Manager PLN Kerom, Agusto Tri Hardiansa mengatakan, bahwa pihak Pemda sudah menyurati PLN Kerom terkait proyek pelebaran jalan yang telah mengenai tiang listrik, dan pihak PLN juga sudah membalas surat tersebut ke pihak Pemda untuk di lakukan pergeseran tiang listrik tersebut agar keluar dari badan jalan.
“Proyek pergeseran tiang akan segera kami lakukan, sambil proyek pelebaran jalan terus berjalan, ada space untuk tiang PLN dalam pekerjaan cor jalan untuk nantinya di lakukan pencabutan tiang yang lama. Intinya tiang tersebut akan kami pindahkan dan tidak di biarkan, terkait anggaran masih di koordinasikan dengan pihak pemda, dan rencanannya menggunakan anggaran pemda, hal ini berdasarkan hasil survey teknik dari pihak PLN,” terang Agusto.
Di tempat terpisah, Ketua LSM WGAB Papua, Yeri Basri Mak menyarankan agar pihak PLN segera memindahkan tiang PLN yang berdiri di tengah jalan Swakarsa kerom.
“Selain merusak pemandangan jalan, tidak menutup kemungkinan bila jalan tersebut di gunakan akan bisa berakibat fatal bagi para pengguna jalan raya,” ungkap Yeri.
Dirinya mengaku kesal dengan sikap Pimpinan PT Perisai Primbumi yang tidak menerima telepon saat di konfirmasi.
“Ada apa dengan PT Perisai Pribumi, kegiatan proyeknya sudah lewat waktu dan pekerjaannya masih banyak yang belum selesai,” tandas Yeri dengan nada kesal.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT Perisai Pribumi melalui Wahyudi selaku pimpinan belum bisa dikonfirmasi. Meski sudah dihubungi melalui telepon seluler milik peribadinya. (Yeri Tarima/04).






