Kerahkan Alat Berat di Aceh, Kementerian PU Akan Pulihkan Konektivitas Jalan Nasional

oleh -
img 20251204 wa0463

NASIONALNEWS.ID, Banda Aceh – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan percepatan pemulihan konektivitas jalan nasional di Provinsi Aceh pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.

Langkah ini dilakukan dengan mengerahkan dan mengalihkan alat berat dari sejumlah proyek infrastruktur untuk mempercepat pembukaan akses jalan di Aceh.

Selain itu guna menjaga distribusi logistik serta mencegah risiko sosial.

“Pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pembukaan kembali jalur transportasi menjadi prioritas utama sebelum pemerintah berbicara lebih jauh mengenai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melaporkan sampai 3 Desember 2025 sejumlah ruas strategis yang sebelumnya terputus akibat banjir dan longsor kini telah kembali terhubung dan fungsional.

Sejumlah ruas jalan nasional ini antara lain ruas Banda Aceh–Meureudu kembali terhubung.

Kemudian, Ruas Batas Kota Lhokseumawe–Kota Langsa juga sudah dapat dilalui, dengan pembersihan sedimen yang terus dilakukan di lapangan.

Selanjutnya, ruas Kota Langsa–Kota Kuala Simpang telah tertangani dari endapan material banjir.

Berikutnya, Ruas Kota Kuala Simpang–Batas Provinsi Sumatera Utara per 3 Desember 2025 sudah dapat dilalui oleh seluruh jenis kendaraan.

Saat ini masih dilanjutkan pembersihan dengan dukungan alat berat berupa empar unit excavator backhoe, dua unit wheel loader, dan dua unit motor grader.

Kemudian, ruas Kota Kutacane–Batas Sumatera Utara juga telah kembali dapat dilalui.

Ruas Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya di wilayah dataran tinggi telah terhubung untuk kendaraan roda dua.

Sementara itu ruas Simpang Uning–Uwaq–Blangkejeren juga telah terbuka bagi kendaraan roda dua.

Hal lainnya adalah sedang disiapkan agar segera dapat dilalui kendaraan roda empat.

Pemulihan akses dan penanganan dampak bencana juga dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I  di Kabupaten Aceh Tamiang.

Saat ini, akses Aceh Tamiang juga telah kembali tembus untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan logistik serta mobilitas warga menuju pusat-pusat pelayanan kebutuhan dasar.

BWS Sumatera I telah mengerahkan dua unit alat berat terdiri atas satu unit excavator dan satu unit wheel loader.

Hal ini untuk membersihkan lumpur serta sampah di badan jalan dan saluran drainase.

Pada sisi lain BWS Sumatera I  telah menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak.

Kementerian PU memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan langkah operasional sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain itu juga terus melakukan penanganan sejumlah ruas yang sebelumnya putus antara lain ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen.

Kemudian, Bireuen–Bener Meriah, Bireuen–Aceh Tengah, Gayo Lues–Kutacane

Selanjutnya, Aceh Tengah–Nagan Raya, serta Geumpang–Pameue–Simpang Uning.

Penanganan dilakukan melalui pemasangan jembatan bailey, penimbunan oprit, pengalihan arus sungai, dan pembukaan jalur darurat.

Saat ini pekerjaan konstruksi masuk tahap akhir dengan target penyelesaian bertahap selama 8 hingga atau 17 Desember 2025.

Pemulihan akses secara bertahap ini dapat mempermudah distribusi logistik, bantuan, dan menghidupkan kembali mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

No More Posts Available.

No more pages to load.