NASIONALNEWS.id, BOGOR – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan pembekalan dalam kegiatan Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang digelar di Pusat Kompetensi Bela Negara (Puskombelneg), Rumpin, Bogor, Sabtu (31/1/2026).
Pembekalan tersebut merupakan bagian dari rangkaian retret yang berlangsung sejak 29 Januari hingga 1 Februari 2026 dan diikuti ratusan wartawan dari berbagai daerah. Dalam kesempatan itu, Menhan menekankan bahwa upaya bela negara tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat pertahanan, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers.
Sjafrie menyampaikan bahwa wartawan memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi informasi dan arus digital yang cepat, media memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran kebangsaan.
“Pers memiliki fungsi strategis dalam kehidupan demokrasi. Informasi yang disampaikan kepada publik harus tetap berpegang pada nilai-nilai nasionalisme dan kepentingan bangsa,” ujar Sjafrie dalam pemaparannya.
Selain itu, Menhan menjelaskan mengenai sistem pertahanan negara yang bersifat semesta, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Ia menyinggung keberadaan Komponen Cadangan (Komcad) sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan nasional dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
Dalam konteks pembangunan nasional, Sjafrie juga menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik serta penegakan hukum untuk menjaga kedaulatan negara, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan langkah-langkah pembenahan birokrasi dan pengawasan terhadap aktivitas ekonomi yang berpotensi merugikan negara.
Terkait peran pers, Menhan berharap PWI dan seluruh insan media dapat menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, independen, dan berlandaskan etika jurnalistik. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan media diperlukan guna menjaga stabilitas nasional serta kepercayaan publik.
Kegiatan pembekalan berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis.
Setelah sesi materi, Menhan turut berinteraksi langsung dengan para peserta retret dalam jamuan makan siang bersama sebelum kembali ke Jakarta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama antara Kementerian Pertahanan dan insan pers mengenai pentingnya kolaborasi dalam menjaga persatuan, kedaulatan, dan ketahanan nasional melalui komunikasi publik yang sehat dan bertanggung jawab.






