Muhammadiyah Sebagai Social Society Pencerah

oleh -
Img 20200320 Wa0072

REDAKSIINDONESIA.ID – Sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah sejak awal berkomitmen dan berkiprah untuk memajukan kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan universal. Karenanya, Muhammadiyah sejak kelahirannya memiliki watak yang berkemajuan, pandangan Islam yang berkemajuan secara faktual melekat dengan kelahiran dan langkah-langkah Muhammadiyah dalam perjalanan sejarahnya.

Muhammadiyah memandang Islam sebagai agama yang mengandung nilai-nilai kemajuan untuk mewujudkan kehidupan umat manusia yang tercerahkan. Kemajuan dalam pandangan Islam adalah kebaikan yang serba utama, yang melahirkan keunggulan hidup lahiriah dan ruhaniah. Adapun da’wah dan tajdid bagi Muhammadiyah merupakan jalan perubahan untuk mewujudkan Islam sebagai agama bagi kemajuan hidup umat manusia sepanjang zaman. Dalam perspektif Muhammadiyah, Islam merupakan agama yang berkemajuan, yang kehadirannya membawa rahmat bagi semesta (rahmatan lil alamin).

Konteks kehidupan berbangsa

Dalam konteks kehidupan berbangsa Muhammadiyah semakin menunjukkan kelasnya dengan memposisikan diri ditengah, tidak mendekat dan juga tidak menjauh, bahkan akhir-akhir ini Muhammadiyah semakin kritis terhadap realitas kebangsaan. Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi memiliki respons yang kritis terhadap problematika negara. Muhammadiyah berkali-kali melakukan kritik terhadap kebijakan negara, ketika kebijakan tersebut tidak berpihak kepada masyarakat banyak, hal ini merupakan kritik yang konstruktif didasarkan atas kepedulian Muhammadiyah terhadap realitas kebangsaan saat ini.

Dalam konteks masyarakat Kota Depok tentunya kita berharap bahwa Muhammadiyah dapat bersinergi dengan pemerintah Kota Depok baik dalam bidang pendidikan maupun pemberdayaan masyarakat, mampu berkolaborasi dalam rangka mewujudkan visi Kota Depok yang “Maju, Berbudaya dan Sejahtera” dan tercapainya masyarakat Depok yang religius, sejahtera, mandiri dan berdaya saing.

Sehingga peran kedepan Muhammadiyah di Kota Depok dapat lebih banyak lagi berkontribusi terhadap masyarakat bukan hanya dalam hal pendidikan akan tetapi juga dalam hal pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya, sehingga predikat sebagai organisasi pencerah akan sangat tepat untuk disandangkan kepada Muhammadiyah, meskipun telah melewati berbagai generasi kekuasaan di Kota Depok tercinta ini.

Gerakan dakwah dan social society

Dengan pandangan Islam yang berkemajuan dan menyebarluaskan pencerahan, maka Muhammadiyah tidak hanya berhasil melakukan peneguhan dan pengayaan makna tentang ajaran akidah, ibadah, dan akhlak kaum muslimin, tetapi sekaligus melakukan pembaruan dalam mu’amalat duniyawiyah yang membawa perkembangan hidup sepanjang kemajuan ajaran Islam.

Sebagai gerakan dakwah dan social society Muhammadiyah menekankan pada pencitraan “baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur” dan perwujudan diri umat sebagai masyarakat utama. Suatu pencitraan diri keumatan yang konsisten pada pencapaian sosial yang paling tinggi, asasi, dan tercerahkan menyangkut kemakmuran dan kebaikan secara sosial, ekonomi dan politik.

Yang terakhir marilah kita sama-sama berkolaborasi demi tegaknya “Izzul Islam wal muslimin” ( Kejayaan Islam dan kaum Muslimin). Hal yang saat ini terasa mahal harganya karena ummat islam tidak dapat bersatu, elit-elit politik Islam hanya sibuk mengurus kepentingan dan sahwat politiknya. Lihat saja ada berapa Partai Politik Islam, sama berazas Islam, namun semakin sulit dipersatukan bahkan yang terjadi bukan persatuan, tapi ber satu satu alias bercerai berai. Bagaimana kajayaan dicapai dengan bercerai berai ?

Inilah tantangan kita bersama dalam ber Muhammadiyah, semoga segala ikhtiar kita dalam rangka menghadirkan kejayaan Islam dan Muhammadiyah dapat menjadi bekal kita di akhirat kelak. Amiin ya robbal alamiiin. Wassalamu’alaikum.

 

 

Penulis : Dr. H. Heri Solehudin Atmawidjaja (Pemerhati Sosial Politik dan Dosen Pascasarjana UHAMKA Jakarta, Wakil Ketua Forum Doktor Sospol Universitas Indonesia, Wakil Ketua PDM Kota Depok, Direktur Heri Solehudin Center)

No More Posts Available.

No more pages to load.