Gedung Perpustakaan Kabupaten Blora Jadi Rujukan Studi Tiru

oleh -
20200312 205423

NASIONALNEWS.ID- BLORA
Gedung Perpustakaan Kabupaten Blora bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat setelah diresmikan Bupati Blora Djoko Nugroho. Gedung Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora yang dibangun megah berlantai empat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional RI senilai Rp 9,741 miliar itu diklaim menjadi percontohan di Jawa Tengah, Kamis 12/03/2020.

Bupati Blora Djoko Nugroho meminta agar pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di DPK Blora lebih ditingkatkan dengan melibatkan para siswa di sekolah sekitar untuk piket bergiliran.

Hal itu dimaksudkan oleh Bupati agar mendorong budaya literasi dan minat baca khususnya bagi kalangan milenial. “Bangun gedung ini gampang, setahun selesai, tetapi membangun sumber daya manusia itu berat,” kata Bupati

 20200312 205451

Oleh karena itu saya minta bapak dan ibu untuk ikut berperan aktif, dalam pengelolaan, libatkan dengan sekolah keliling gedung, ucap Bupati.

Kalau para siswa dilibatkan memberikan pelayanan maka akan memberikan motivasi kepada teman-temannya. Itulah salah satu kebutuhan yang kita bikin, seperti itu. Sekali lagi saya minta harus bermanfaat buat anak-anak kita, harap Bupati.

Bupati berharap, disetiap tempat harus menarik ada kafe seperti untuk ngopi baik untuk orang luar maupun dalam, “silahkan saja, itu sebagai upaya pembangkit minat,” jelas Bupati.

Menurut Bupati, pembangunan belum selesai dan akan masih berlanjut seperti pembangunan pagar termasuk akses jalan, kata dia.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora Aunur Rofiq dalam laporanya menyampaikan fungsi layanan di setiap lantai. Untuk lantai 1, sebagai ruang layanan sirkulasi dan informasi, layanan media masa, kliping, keanggotaan, layanan OPAC, layanan internet publik wifi acces dan layanan bermain edukasi anak.

Lantai 2, sebagai ruang layanan pengembangan perpustakaan dan Hubungan Antar Lembaga (HAL), layanan internet publik wifi acces dan layanan Pojok Blora.

 20200312 205511

Kemudian, Lantai 3, sebagai ruang layanan koleksi bahan pustaka, koleksi referensi, pelestarian bahan pustaka, layanan internet publik wifi acces serta ruang pengolahan bahan pustaka.

Selanjutnya, Lantai 4 sebagai ruang pertemuan dan serba guna yang difungsikan guna pelaksanaan pelatihan dan pertemuan dalam kapasitas 100 orang.

Proses pembangunan gedung perpustakaan Blora, menurut Aunur Rofiq, mendapat apresiasi dari Perpustakaan Nasional, sehingga setiap Dinas Perpustakaan Kabupaten yang menanyakan tentang lokasi studi tiru diarahkan ke Perpustakaan Kabupaten Blora. “Beberapa waktu lalu kita kedatangan tamu dari kabupaten Purworejo dan Pulau Samosir,” jelasnya.

Setelah gedung ini dibangun, kata Aunur Rofiq telah banyak pustaka yang berkunjung. Mulai dari jenjang tingkat TK, SD, SMA/SMK dan masyarakat umum.

“Mereka sangat menikmati suasana gedung. Para pengunjung memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap layanan dan fasilitas perpustakaan yang tersedia,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Provinsi Jawa Tengah Prijo Anggoro BR diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan DKP Prov Jateng, Adib Suharto, menyampaikan generasi milenial sekarang ini memiliki pola pikir yang berbeda dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Oleh karena itu diperlukan pendekatan dan pemanfaatan teknologi informasi untuk menjangkau mereka.

“Sebab, sekarang ini memang sudah seharusnya terobosan digital diperkenalkan. Semua hal berkembang dengan cara yang tidak diduga, inovasinya cepat sekali. Kalau kita tidak berubah ya ditinggal,” ungkapnya.

Peresmian gedung oleh Bupati ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita yang dikalungkan di pintu masuk Perpustakaan Kabupaten Blora.

Hadir pada acara Forkompimda, Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Blora, acara dimeriahkan dengan dengan pertunjukan seni barongan, tari pendet dari LKP Merpati dan sulap. (Hans)