KCD Tegaskan Tak Ada Jual Beli Kursi dan Siswa Titipan PPDB di Tangerang

oleh -
Dinas Pendidikan Provinsi Banten
Zainal Abidin Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Tangerang Kota dan Tangerang Selatan (Tangsel) Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

NASIONALNEWS.ID TANGERANG SELATAN – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten menegaskan tidak ada jual beli kursi atau siswa titipan pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Tangerang. Untuk menghindari hal tersebut, PPDB Online menggunakan aplikasi.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel) Dinas Pendidikan (Dindik) Provisi Banten, Zainal Abidin. Menurutnya, semuanya tersaring menggunakan aplikasi yang dipantau dari Dindik Provinsi Banten, untuk menghindari adanya jual beli kursi dan siswa titipan.

“Kalau untuk jual beli kursi semuanya tersaring menggunakan aplikasi, semuanya melalui daring semuanya akan tersaring disitu, kan dinas yang pegang aplikasinya, dalam arti kata pak Kadis atau pak Sekdis yang memprogram, kalau ada yang jualan sebutin aja,” tegas Zainal kepada Nasional News ketika ditemui di kantornya, Senin (31/5/2021).

Baca juga : Provinsi Banten Perluas Zonasi PPDB SMAN dan SMKN

Lanjut Zainal, banyak yang mengharapkan bisa masuk ke sekolah negeri, tetapi ada tahapan seleksi yang harus ditempuh pada PPDB SMAN dan SMKN.

“Kalau yang mau ke negeri itu banyak, tetapi harus melalui seleksi ada zonasi, afirmasi, prestasi dan kepindahan orang tua, itulah pintunya, artinya sistem sudah kita buat sedemikian rupa, mudah-mudahan temen-temen pelaksana unsur sekolah, KCD dan Dinas tidak ada yang aneh-aneh disitu,” harapnya.

Untuk menghindari jual beli kursi, Zainal menjelaskan, PPDB online menggunakan waktu yang berbeda untuk masing masing-sistem jalur pendaftaran dan dipantau Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

“Artinya pendaftaran sudah kita buat sedemikian rupa, pendaftaran sudah online pedaftaran pertanggal waktunya berbeda-beda, zonasi dari tanggal sekian sampai tanggal sekian, cuman untuk menghindari semuanya ga kena karena putarannya terlalu jauh, pake jalur prestasi yang di selenggarakan lembaga resmi negara,” ujarnya.

Zainal meminta wartawan untuk membantu mengawasi untuk menghindari adanya jual beli kursi, ia mengaku sedang melakukan pembenahan di wilayah KCD yang dia pimpin dalam pelaksanaan PPDB SMAN dan SMKN.

“Makanya bantu ngawasin, kita harus bebenahlah dari segala kekurangan yang ada, sistem dibuat untuk mengatur mekanisme manakala ada kekurangan sempurna atau tidak sempurna itu di lapangan,” imbuhnya.

Terkait siswa titipan, Zainal menegaskan, bahwa tidak akan ada lagi titipan dalam PPDB, semua mengacu pada juklak dan juknis PPDB Banten. Banyak yang mau masuk sekolah negeri tapi ketersediaan kursinya tebatas.

“Saya yakinkan tidak akan ada lagi titipan, tapi kalau ada kekuatan besar, kita mah bintang kecil,” tandasnya. (Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.