NASIONALNEWS.ID, Sleman — SMP Negeri 3 Turi sukses menyelenggarakan kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) bagi siswa kelas IX pada Jumat, 13 Maret 2026.
Kegiatan inspiratif ini berlangsung di Gedung Barak Pengungsian Girikerto, yang berada di sebelah barat sekolah, dan diikuti oleh 120 murid beserta 120 orang tua yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang insyaAllah akan dilaksanakan pada April 2026.
Achievement Motivation Training murid dan orang tua merupakan pelatihan motivasi berprestasi yang bertujuan untuk:
1. Membangkitkan semangat berprestasi pada siswa, agar memiliki mimpi besar, tekad kuat, serta kesiapan menghadapi ujian maupun tantangan masa depan.
2. Menumbuhkan rasa percaya diri dan mental tangguh, sehingga anak berani mencoba, tidak mudah menyerah, serta mampu bangkit dari kegagalan.
3. Menyadarkan peran penting orang tua sebagai motivator utama, yang memberikan dukungan, doa, dan teladan dalam perjalanan pendidikan anak.
4. Membangun sinergi yang harmonis antara anak dan orang tua, melalui komunikasi yang positif, saling memahami, dan saling menguatkan.
5. Menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia, agar anak tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang berkarakter dan membanggakan keluarga.
Kepala SMP Negeri 3 Turi, Widayati, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para murid dan orang tua dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan AMT sangat penting sebagai bekal mental dan motivasi agar siswa siap menghadapi ujian akademik sekaligus tantangan kehidupan di masa depan.
“Kegiatan ini sangat penting untuk membangun kesiapan mental anak-anak dalam menghadapi ujian dan masa depan mereka. Dukungan orang tua menjadi kekuatan besar bagi anak untuk meraih prestasi,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Kak Sha (Saiful Haq, M.Pd., CH., CHt., C.NLP., CT.GP., C.MMH.), seorang trainer bersertifikat Hypnotist dari IBH dan Master Trainer bersertifikat BNSP, penulis buku-buku tentang Hypnoteaching, Coding, AI, dan Deep Learning, sekaligus peraih penghargaan Kepala Sekolah Berprestasi dan Guru Kreatif.
Dalam pelatihan ini, Kak Sha didampingi oleh Kak Top sebagai co-trainer.
Dalam suasana penuh semangat dan interaktif, Kak Sha membawakan sesi yang dikemas melalui fun game inovatif dan pembelajaran aktif.
Para murid diajak berpikir, berdiskusi, serta menuliskan makna 5M sebagai strategi meraih kesuksesan dalam hidup, yaitu:
1. Mimpi
Mimpi berarti memiliki cita-cita yang jelas. Untuk meraih kesuksesan, seseorang perlu memiliki impian baik jangka pendek (misalnya lulus), jangka menengah (melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya), maupun jangka panjang sebagai tujuan hidup yang ingin dicapai.
2. Model
Model adalah tokoh atau figur teladan yang dapat dijadikan panutan. Dengan memiliki contoh yang baik, anak dapat belajar tentang kerja keras, kedisiplinan, serta sikap pantang menyerah dalam meraih impian.
3. Modal
Modal utama untuk meraih sukses adalah semangat belajar, usaha yang sungguh-sungguh, serta kebiasaan menabung dan mengelola potensi diri dengan baik.
4. Masa
Masa berkaitan dengan waktu dan perencanaan. Setiap mimpi perlu disertai target waktu yang jelas agar anak belajar mengatur langkah serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
5. Menyerah
Menyerah bukan berarti berhenti berusaha, tetapi berserah diri kepada Allah setelah berikhtiar dengan sungguh-sungguh, dengan keyakinan bahwa hasil terbaik akan diberikan oleh-Nya.
Di sela-sela materi, para murid juga diajak membuat anchor semangat dengan menggenggam telapak tangan kanan sambil menanamkan sugesti positif.
Gerakan sederhana ini diharapkan menjadi pemicu agar semangat belajar, rasa percaya diri, dan motivasi meraih mimpi dapat muncul kembali setiap saat.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi motivasi yang penuh haru. Para murid diminta memejamkan mata sambil mendengarkan kata-kata sugesti motivasi yang disampaikan dengan lembut, diiringi alunan musik yang menyentuh hati. Suasana ruangan pun menjadi hening dan emosional.
Selanjutnya, para murid diminta menghampiri orang tua mereka untuk memeluk, meminta maaf, serta memohon doa dan restu. Momen tersebut menjadi sangat mengharukan ketika anak dan orang tua saling meneteskan air mata haru, memperkuat ikatan kasih sayang sekaligus meneguhkan tekad anak-anak untuk belajar lebih giat demi meraih cita-cita dan membahagiakan orang tua.
(Sha)











